SuaraBatam.id - Berkat keberhasilan Ghozali pemuda asal Semarang mendulang cuan dari NFT, publik pun semakin penasaran dengan NFT.
Tak ada yang menyangka bahwa foto yang sudah dikumpulkan sejak 2017 itu akan viral, bahkan hingga ditawar sampai belasan juta Rupiah dan pada akhirnya mendapatkan keuntungan miliaran rupiah.
NFT sendiri merupakan sebuah aset yang tidak bisa dipertukarkan karena setiap asetnya memiliki nilai yang berbeda.
Aset ini bisa dibeli dan dijual menggunakan mata uang kripto seperti Ethereum, Bitcoin, dan lain sebagainya. Siapa pun bisa membuat NFT, seperti Ghozali, dan apa pun bisa dijadikan NFT, mulai dari foto, video, lukisan, musik, dan lain-lain.
Lantas, apa yang membuat NFT Ghozali bernilai hingga miliaran Rupiah?
Koleksi yang bernilai di mata Anda itu belum tentu dinilai berharga di mata orang lain. Hal ini karena ada kedekatan emosional, cerita, dan faktor lainnya yang membuat Anda melihatnya begitu bernilai. Begitu pula dengan NFT Ghozali.
Untuk menilai apakah sebuah NFT pantas dinilai tinggi atau tidak, ada empat hal yang perlu diperhatikan, yaitu kegunaan, kelangkaan, komunitas, dan potensi pertumbuhan.
1. Kegunaan
Baca Juga: Dari Foto Kucing Oren hingga Data Diri, Warganet Indonesia Jual NFT Unik Ini
Sebuah benda berharga tentu akan memiliki nilai yang tinggi, begitu pula dengan NFT. NFT jadi semakin bernilai tinggi jika bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya NFT item dalam sebuah game, seperti NFT untuk menambah kekuatan karakter permainan. Jika NFT tidak memiliki nilai guna, maka penjualannya akan melambat.
2. Kelangkaan
Di dunia nyata, barang yang langka akan bernilai tinggi. Hal demikian terjadi juga di dunia kripto. Semakin langka sebuah NFT, maka semakin tinggi pula nilainya. Biasanya, NFT seperti ini dimiliki oleh seniman yang menjual karyanya dalam bentuk NFT.
3. Komunitas
Komunitas berperan besar dalam menunjukkan kepopuleran sebuah aset NFT. Makin besar komunitasnya, maka akan semakin cepat pula karya tersebut viral. Jika banyak orang yang membicarakannya, permintaan pada NFT pun akan meningkat.
Inilah yang dialami oleh Ghozali. Karyanya bukanlah karya yang memiliki nilai kegunaan dan kelangkaan, tetapi kekuatan utamanya berada pada komunitas. Ghozali berhasil menarik dukungan dari komunitas NFT Indonesia, termasuk Arnold Poernomo, koki yang aktif di komunitas NFT.
4. Potensi pertumbuhan
NFT yang memiliki potensi pertumbuhan tentu akan menarik minat banyak kolektor. Selain sebagai barang koleksi, NFT kerap kali dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi oleh para kolektor.
Mengapa NFT Ghozali Dihargai Hingga Miliaran Rupiah?
Ghozali mungkin bukan artis ternama yang meluncurkan NFT limited edition. Pemuda ini juga tidak membuat NFT yang memiliki nilai guna seperti item pada permainan.
Namun, ia berhasil menarik perhatian banyak orang, terutama komunitas NFT, sehingga 933 foto selfie dirinya menjadi viral dan dibicarakan di berbagai media sosial, padahal pemuda ini hanya mempromosikannya satu kali di Facebook dan Twitter pribadinya.
Namun, NFT ini tidak dibuat tanpa alasan. Pria yang menyukai animasi ini awalnya ingin menggunakan foto dirinya yang sudah dikumpulkan sejak usia 18 tahun itu untuk membuat video animasi.
Melihat berbagai NFT yang sempat viral tahun lalu, serta melakukan berbagai riset mengenai NFT yang tengah beredar, membuat Ghozali memutuskan untuk mengunggah ratusan fotonya ke platform jual-beli NFT, OpenSea.
Hal ini juga merupakan bentuk eksperimen Ghozali untuk mengetahui minat dan tren pasar NFT. Ia mengaku bahwa foto selfie ini terinspirasi dari karya Everydays: The First 5000 Days yang berisi 5000 karya digital seniman Beeple.
Namun, Ghozali mengembangkan ide tersebut dan menjadikannya karya unik yang akhirnya menarik perhatian banyak orang.
Itu dia beberapa hal yang menjadi alasan di balik tingginya nilai NFT Ghozali. Hal ini mungkin membuat banyak orang mulai melakukan hal serupa. Namun, seperti empat cara menimbang nilai NFT di atas, NFT yang memiliki nilai tinggi setidaknya harus berhasil menarik perhatian komunitas yang besar.
Berita Terkait
-
ARrC X KARAFURU: Kolaborasi Global Bintang K-POP Pendatang Baru dan Koleksi Pop Art Ikonik Indonesia
-
Nasib Miris NFT Ghozali Everyday Sekarang, Harga Anjlok Parah Hingga Hampir 100 Persen!
-
Arti Mitos Curi Melati Pengantin Seperti yang Dilakukan Alyssa Daguise - Al Ghazali
-
Juragan NFT Ghozali Kembali Muncul! Serok Duit Rp28,4 Miliar Sekali Beraksi
-
PINTU Community NFT Ajak Komunitas Crypto Bermain dan Menang Hadiah Rp 50 Juta
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Waspada Gelombang Tinggi saat Gerhana Matahari Cincin di Kepri
-
Polda Kepri soal Maraknya Penyalahgunaan Whip Pink
-
BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Diskon Tiket Kapal 30 Persen di Tanjungpinang Jelang Lebaran 2026
-
55 Ribu PBI JK di Batam dan Karimun Dinonaktifkan, BPJS Ungkap Cara Reaktivasi