SuaraBatam.id - Harga minyak goreng masih mengalami kenaikan cukup signifikan di Kepulauan Riau saat ini.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk segera melakukan operasi pasar, guna mengetahui upaya bagaimana cara menstabilkan harga minyak goreng di pasaran.
"Segera turun ke lapangan, pantau masalah ini, di mana letak permasalahannya. Operasi pasar ini perlu dilakukan segera mengingat harga minyak gorang yang sudah naik beberapa waktu belakangan ini, belum juga mengalami penurunan," ujar Gubernur Ansar, dikutip dari kepriprov, Rabu 12 Januari 2022.
Gubernur Ansar ingin Disperindag segera mengidentifikasi penyebab kenapa harga minyak goreng tak kunjung turun setelah mengalami kenaikan belakangan ini.
"Intinya cepat bertindak, jangan biarkan masyarakat resah akibat ini. Setidaknya kita sudah tau apa persoalannya ketika masyarakat ingin mengetahui," pinta Gubernur.
Gubernur meminta Agar Operasi Pasar ini dilakukan disetiap kabupaten dan kota. Adapun menyangkut stok yang dibutuhkan, pihak Disperindag diminta agar berkoordinasi dengan pihak produsen.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepri Aris Fhariandi akan melakukan operasi pasar bekerjasama dengan PT. Sinergy Oil Nusantara (SON) selaku produsen minyak goreng yang ada di Kepri, berkedudukan di Batam.
Menurut Aries, kegiatan ini merupakan dukungan terhadap progam pemerintah pusat terkait penyediaan minyak goreng 11 juta liter kemasan sederhana melalui produsen minyak goreng yang telah di tunjuk pemerintah.
"Operasi pasar khusus minyak goreng akan dilaksanakan di beberapa daerah oleh dinas yang membidangi urusan perdagangan. Di mulai dari kota Batam, sesuai dengan stok yang tersedia dari produsen, pada tanggal 12-13 Januari 2022 dilakukan dulu 2 Lokasi yaitu Pasar TPID 2 Dreamland dan Pasar TPID 3 di Tanjungpiayu Kota Batam dengan kuota sebanyak 24 ribu liter atau 2000 karton," kata Aries.
Baca Juga: Ahmad Muzani Gerindra: Indonesia Produsen Sawit Terbesar, Kenapa Minyak Goreng Mahal?
Dijelaskan Aries lagi bahwa minyak goreng yang dijual dalam Kemasan bantal dengan harga 1 Liter Rp14.000,- ditingkat konsumen, dengan Merk Son Gold, Maha dan Hayat.
Berita Terkait
-
PLTS Terapung Tembesi 74 Persen Rampung
-
7 Cara Membuang Minyak Goreng Bekas yang Benar, Jangan Asal Tuang ke Wastafel
-
Ada Dugaan Kelalaian, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Blackout Batam-Bintan
-
Buntut Blackout Batam-Bintan, Bukti Rambut Kera di Trafo Seret 5 Orang Jadi Tersangka
-
Blackout Batam Bikin Curiga, Bos PLN Tak Tahu Penyebabnya
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
Terkini
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan
-
Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV