SuaraBatam.id - Belum tua sudah pelupa. Mungkin kamu pernah mengalami kondisi lupa mendadak pada sesuatu.
Kuat dan lemahnya ingatan seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, selain faktor umur, kebiasaan-kebiasaanya juga dapat memicu.
Namun, tidak perlu khawatir. Ada beberapa cara untuk menguatkan kembali memori kamu agar tidak mudah lupa.
Dilansir dari herstory, berikut kebiasaan yang bisa dilakukan.
1. Terus belajar hal baru
Kegiatan yang memiliki nilai tertinggi untuk kesehatan otak adalah aktivitas yang baru dan kompleks. Tapi ingat, apa yang menantang bagi seseorang belum tentu menantang bagimu.
Jadi, lakukan hal-hal yang menantang bagimu. Terus belajar hal-hal baru akan memastikan otak selalu berkembang dan tetap tajam.
2. Olahraga teratur
Anggapan ini mungkin kamu anggap sepele, tapi ternyata punya banyak manfaat lho. Olahraga yang dilakukan secara rutin mungkin bisa mempertajam daya ingat dan membantu memperlambat jalannya alzheimer atau penyakit yang menghancurkan memori dan fungsi mental secara perlahan.
Baca Juga: Doa Sujud Sahwi Lengkap dengan Tata Caranya
Olahraga juga meningkatkan energi serta kesehatan otak. Bukan hanya itu, olahraga juga mengurangi risiko depresi dan kecemasan. Kamu bisa lakukan olahraga ringan seperti lari, minimal 2 kali seminggu.
3. Bersosialisasi
Teman memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, pembelajaran baru, tantangan, emosi serta kepercayaan. Terlibat dalam kegiatan baru dengan teman-teman akan membantumu mengembangkan peran hidup baru.
Ini bisa memberi kamu kesempatan untuk merasa dihargai, menikmati hidup, tertawa dan bersenang-senang. Organisasi sosial atau tim olahraga adalah tempat yang bagus untuk mengembangkan hubunganmu dengan orang lain.
4. Keheningan terkadang diperlukan
Kamu mungkin hanya punya sedikit waktu untuk bersantai. Padahal otak memerlukan waktu untuk memproses informasi lebih dalam, untuk mendapatkan lebih banyak manfaat dari pengalaman sehari-hari.
Berita Terkait
-
Sebelum Lupa, Sebelum Tiada
-
Melawan Lupa, Menepis Stigma: Membaca Luka yang Tertinggal di Prahara 1965
-
Perawatan Demensia Bukan Sekadar Mengatasi Lupa, Ini yang Perlu Dipahami Keluarga
-
Jangan Lupa Bahagia: Tamparan Realita Hidup Generasi Sandwich
-
Cancel Culture di Indonesia: Kita Pemaaf atau Sekadar Mudah Lupa?
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
Pilihan
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
Terkini
-
Bermula Monyet Masuk Gardu, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Blackout Batam
-
Perkuat Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun
-
Nelayan Anambas Terombang-ambing Berhari-hari hingga Lautan Malaysia
-
Warga Diperiksa Polda Kepri usai Kritik Blackout Batam, Siapa Pelapornya?
-
Kabut Asap Menipis, Siswa di Batam Kembali Belajar ke Sekolah