SuaraBatam.id - Banyak orang yang bercita-cita jadi Youtuber karena pengahsilan yang fantastis. Sepanjang 2021, tercatat nama lima YouTuber terkaya di Indonesia.
Ria Ricis menduduki posisi pertama dan menggeser posisi Deddy Corbuzier. Ia memiliki pendapatan tertinggi, karena memang dari sejak dulu lebih inten membuat konten di Youtube.
Selain mereka, ada beberapa Youtuber Indonesia lainnya yang mendaur rupiah dari hasil membuat konten di Youtube. Siapa sajakah mereka? berikut 5 Youtuber Indonesia dengan pendapatan tertinggi.
Ria Ricis
Ria Ricis dinobatkan sebagai YouTuber paling tajir per November 2021. Ia berhasil menggeser posisi Deddy Corbuzier, yang sebelumnya disebut sebagai YouTuber dengan penghasilan paling tinggi.
Istri Teuku Ryan ini memang sejak awal meniti kariernya sebagai seorang YouTuber. Ia memiliki jumlah subscriber yang kini sudah tembus di angka 27,5 juta, dengan ribuan konten yang sudah diupload.
Mengacu data dari Social Blade, Ria Ricis menjadi youtuber Indonesia dengan perkiraan penghasilan tertinggi, yakni di rentang US$ 29.400 - US$ 471.200 per bulan. Jumlah ini setara dengan Rp 418,95 juta - Rp 6,71 miliar (kurs Rp 14.250 per dollar AS).
Deddy Corbuzier
Deddy Corbuzier terkenal dengan konten podcast Close The Door di kanal YouTube miliknya yang kini memiliki jumlah subscriber sekira 16,2 juta. Untuk pendapatan sebulan, mantan suami Kalina Oktarani ini disebut memiliki penghasilan US$ 26.900 - US$ 429.800 setara Rp 383,33 juta - Rp 6,12 miliar
Baca Juga: Muhammad Kece Dikabarkan Kritis, Irjen Napoleon: Hatiku Sedih Dengar Kabarmu
Raffi Ahmad dan Nagita Slavina
RANS Entertainment tak kalah pula popularitasnya dalam dunia YouTube. Raffi dan Nagita menduduki posisi ketiga sebagai YouTuber dengan penghasialn fantastis. Apapun video atau konten yang diunggah, RANS tak pernah kehilangan penonton setianya.
Memiliki jumlah subscriber 22 juta, orangtua Rafathar dan Rayyanza ini memiliki pendapatan per bulan sekira US$ 25.300 - US$ 404.500 setara Rp 360,53 juta - Rp 5,76 miliar. Gimana enggak mau makin tajir si Sultan Andara ini?
Baim Wong dan Paula Verhoeven (Bapau)
Memiliki konten yang berisikan kegiatan sehari hingga memberikan bantuan kepada sejumlah rang yang ditemuinya di jalan, Baim dan Paula berhasil sebagai YouTuber dengan subscriber 19,5 juta.
Pendapatan penghasilan per bulan yang dikantongi Bapau pun tak tanggung-tanggung, yakni mencapai US$ 19.300 - US$ 308.300 setara Rp 275,03 juta - Rp 4,39 miliar.
Berita Terkait
-
Bagaimana Cara Menghilangkan YouTube Shorts dari Feed? Begini Langkah Mudahnya
-
Mengapa Anak Zaman Now Ingin Jadi YouTuber ketimbang Astronot?
-
YouTube, X, hingga Telegram Masuk Daftar Risiko Tinggi PP TUNAS, Ini Langkah Komdigi
-
Kontroversi Youtuber Korsel Bae In-gyu, Ditemukan Tewas Jatuh dari Apartemen
-
Akui Salah Libatkan Anak dalam Promosi Vape, Bigmo Tertunduk Usai Dicecar 40 Pertanyaan Polisi
Terpopuler
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Usai Heboh, Pelindo Jasa Maritim Copot Silfester Matutina dari Komisaris Usai 5 Hari Menjabat
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
BRI Gelar InFrame 2026, Ajak Masyarakat Abadikan Wajah Ekonomi Kerakyatan
-
Pria di Anambas Ditemukan Tewas Dalam Rumah usai Cekcok dengan Istri
-
Warga Batu Aji Ngeluh Krisis Air, Rawat Mertua Stroke dengan Tisu Basah
-
Hadapi Gempuran Hoaks Visual dan AI, PFI Tekankan Pentingnya Etika Foto Jurnalistik
-
Fesmed Selat Malaka 2026, Mengawal "Biaya Ekologis" di Tengah Gemerlap Investasi AI