SuaraBatam.id - Pemerintah Kota (Pemko) Batam saat ini bersiap mengumumkan hasil survey dalam mengukur kekebalan kelompok (herd immunity) terhadap Covid-19.
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menerangkan pelaksanaan survey Herd Immunity ini telah dimulai sejak Oktober 2021 lalu.
Dalam pelaksanaannya, pihaknya membagi responden menjadi tujuh kelompok diantaranya kelompok dewasa yang telah menerima vaksin dosis kedua dan pertama.
Remaja penerima vaksin dosis pertama dan kedua, lansia yang telah menerima vaksin dosis pertama dan kedua, serta warga Batam yang telah menerima dosis vaksin kurun waktu dua minggu.
"Ini pun dipilih secara random. Pengecekan juga dilakukan dua tahap, ada responden yang diambil sampel darah dan wawancara. Serta responden yang hanya wawancara saja," terang Amsakar yang ditemui di kawasan Batam Center, Selasa (2/11/2021).
Untuk itu, sebelum diumumkan kepada publik, pihaknya tengah menjadwalkan pertemuan bersama tim yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan survey.
"Besok siang akan presentasi ke kami hasil survey yang mereka lakukan. Kemudian akan kita umumkan ke publik. Hasil dari survey ini, menjadi acuan kita dalam menerapkan kebijakan baru terkait Covid-19 di Batam," tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, berdasarkan hasil survei sementara, kekebalan kelompok masyarakat Batam cukup kuat.
Menurutnya, 90 persen masyarakat yang sudah disurvei sudah memiliki antibodi penangkal Covid-19 di dalam tubuhnya.
Baca Juga: Jelang Hari Raya Galungan, Kadinkes Bali Khawatirkan Potensi Covid-19 Gelombang Ketiga
"Memang antibodi itu bisa menurun, tetapi kalau sudah masuk ke dalam tubuh akan secara otomatis mampu menangkal virus Covid-19. Karena dengan vaksin, tubuh sengaja dikenalkan dengan virus itu sendiri," katanya.
Didi menjelaskan, pihaknya sejauh ini telah menyurvei 600 orang dan memberikan kuisioner.
Sebanyak 450 orang di antaranya bahkan telah diperiksa kadar antibodinya berdasarkan kriteria kelompok umur tidak wajib vaksin.
Selain itu, survei juga turut menyasar kelompok anak sekolah dan dewasa yang telah divaksin.
"Survei dilakukan secara acak dan pengambilan sampel sudah dilakukan dengan standar yang ada dan bisa dipercaya," katanya.
Selain untuk memeriksa kekebalan kelompok, tujuan survei pun sebenarnya untuk mengukur tingkat penyebaran Covid-19 di Batam.
Berita Terkait
-
Survei Ipsos Ungkap Hal yang Dicari Pengguna Saat Pakai Bank Digital
-
Survei Poltracking: Gerindra Teratas, PKS dan PSI Masih di Bawah 4 Persen
-
Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi
-
Hangat di Rel LRT Jakarta, Dingin di Peta Politik 2029: Mengapa Duet Prabowo-Pramono Sulit Terwujud?
-
Warga RI Mulai Tahan Belanja, Bulan Oktober dan Januari 2027 Bahkan Makin Suram
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen
-
Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin