SuaraBatam.id - Kasus pinjaman online (pinjol) ilegal belakangan menjadi sorotan lantaran keberadaan meresahkan. Gara-gara itu, polisi kemudian melakukan penggerebekan kantor pinjol ilegal di sejumlah tempat.
Terkait itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan ciri-ciri yang membedakan. Meskipun pinjol legal dan ilegal sepintas mirip.
Menurut Kepala OJK Kepri, Rony Ukurta Barus, aplikasi pinjol ilegal biasanya memanfaatkan WhatsApp (WA) atau SMS plus untuk berkomunikasi.
Lalu suku bunga dari pinjol ilegal lebih tinggi, antara 1 sampai 4 persen per hari. Sementara yang legal, sesuai kesepakatan Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI), suku bunga maksimal 0,8 persen saja perharinya.
"Yang legal (pinjol) suku bunganya maksimal hanya 0,8 persen perhari dengan pengembalian berupa denda atau biaya administrasi hanya boleh 100 persen dari nilai pinjaman," kata dia pada Jumat (29/10/2021) dikutip dari Batamnews.co.id--jaringan Suara.com.
Dijelaskan Rony lagi, ada akses terhadap perangkat komunikasi. Dimana pinjol legal hanya 3 akses, yakni kamera, mikrofon dan lokasi keberadaan dari si peminjam. Sementara pinjol ilegal biasanya meminta akses lebih dari itu.
"Tidak boleh lebih dari itu. Kamera dan mikrofon untuk verifikasi, sementara lokasi atau GPS untuk memastikan keberadaan. Aplikasi yang legal hanya boleh mengakses 3 itu dari borrower," ujarnya.
Biasanya, pinjol ilegal akan meminta akses lebih kepada peminjam. Gunanya untuk menekan peminjam apabila tidak melakukan pembayaran.
"Ada sebenarnya di aplikasi (ilegal) itu persetujuan untuk mendapat akses, misalnya seperti daftar kontak sampai galeri foto. Akibat mungkin kita kurang teliti atau kurang paham dengan kalimat yang tercantum, misal bahasa Inggris kita tekan yes, padahal itu sudah kita izinkan mereka (pinjol ilegal) untuk mengakses. Ya, kita minta masyarakat lebih teliti mengenai itu," kata Rony.
Sementara, bagi masyarakat yang dirugikan oleh praktik pinjol legal, ada saluran pengaduannya melalui Aplikasi Portal Pengaduan Konsumen (APPK) atau bisa langsung ke Kantor OJK setempat.
"Tetapi yang ilegal tidak ada saluran pengaduan. Jika masyarakat menemukan pinjol yang ilegal, bisa langsung melakukan pengaduan ke pihak kepolisian atau bisa juga ke Satgas Waspada Investasi," ujar Rony.
Berita Terkait
-
Bidik Pemodal Pinjol Ilegal, Polda Jabar: ke Mana pun Dikejar!
-
Utang Pinjol Numpuk Gegara Kalah Judi Online, Pemuda di Serang Nakat Bobol ATM
-
Penguatan Regulasi Jadi Senjata Ampuh Penindakan Pinjol Ilegal
-
Kabar Gembira, Kasus Aktif Covid-19 di Kepri Tinggal 28 Orang
-
Kominfo Klaim Tindak Tegas Pinjol Ilegal dengan Penguatan Regulasi
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
-
4 Anggota TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dituntut 2,5 Tahun, Jaksa Sebut Aksi Balas Dendam
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
-
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
-
KPK Gelar OTT di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Jadi Operasi Ke-11 Sepanjang 2026
Terkini
-
Kronologi Viral Pria Diduga Hina Suku Melayu di Batam lewat Facebook
-
Penemuan Kerangka Wanita Tanpa Identitas di Batam, Kepala Sudah Lepas
-
Pria Diduga Hina Suku Melayu Ditangkap Polresta Barelang, Sempat Minta Maaf
-
Pemuda Putus Cinta di Batam Bacok Tangan Sendiri, Ngaku Dibegal Biar Mantan Kasihan
-
Manager Hiburan Malam di Tanjungpinang Jadi Tersangka Pengeroyokan Polisi