SuaraBatam.id - Kabid Humas Polda Kepulauan Riau (Kepri), Kombes Pol Harry Goldenhart menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan terhadap tindakan penganiayaan terhadap pegawai salah satu Kopitiam yang berada di Ruko Mitra Junction, kota Batam, Kepulauan Riau.
Sebelumnya adapun video viral ini diketahui dari postingan akun Instagram @majeliskopi08's pada, Senin (25/10/2021) kemarin.
Diketahui bahwa video tersebut berasal dari pemilik akun Facebook Zhang Ya Li Li yang diposting Sabtu (23/10/2021).
Di video itu terlihat adanya pemukulan terhadap salah satu pegawai tempat makan tersebut.
Ia menceritakan aksi preman yang sering mengganggu di sebuah kedai kopi tiam di Batam.
"Saat ini masih ditangani Polsek Batam Kota," ujar Kombes Pol Harry Goldenhart melalui sambungan telepon, Selasa (26/10/2021).
Kombes Pol Harry Goldenhart juga telah memeriksa saksi-saksi terkait kasus tersebut.
"Penyidik saat ini tengah melengkapi data dan keterangan," ujarnya.
Tidak hanya itu dalam postingan akun Facebook tersebut, juga didapati adanya surat permintaan keterangan, atas Laporan Kepolisian (LP) yang telah dibuat oleh korban atas nama Zainuddin Demang.
Baca Juga: Sambut Hari Dharma Karyadhika, Imigrasi Batam Beri Layanan Paspor Gratis!
Pada surat yang tertanggal 27 Juli 2021 tersebut, tertulis bahwa LP yang dibuat resmi oleh korban atas nama Zainuddin Demang telah dilakukan pada Jumat (9/7/2021).
Dan isi surat tersebut juga menerangkan bahwa tindakan penganiayaan terhadap korban sendiri, terjadi pada Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 14.00 wib.
Sementara untuk lokasi kejadian ini sendiri diketahui terjadi di Kopitian 212 Komplek Ruko Mitra Junction, Batam Kota.
Perihal penanganan kasus dugaan penganiayaan tersebut juga dibenarkan boleh Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Ipda Yustinus Halawa saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.
Di mana saat ini kasus tersebut sedang dalam proses lidik untuk identitas para pelaku penganiayaan.
Tidak hanya itu, pihaknya juga membenarkan bahwa adanya Laporan Kepolisian (LP) yang dibuat oleh korban, memang benar dilakukan pada bulan Juli lalu.
Berita Terkait
-
Anggota TNI Pelaku Pemukulan Minta Maaf ke Zaskia Adya Mecca dan Anak di Persidangan
-
Terungkap Alasan Zaskia Adya Mecca Tak Unggah Foto TNI yang Pukul Karyawannya
-
Zaskia Adya Mecca Bawa Kabar Terkini dari Kondisi Kala dan Faisal Usai Insiden Pemukulan TNI
-
Kasus Pemukulan Karyawan Zaskia Adya Mecca oleh Oknum TNI Diulang dari Awal, Kala Jadi Saksi Kunci
-
TNI Jawab Isu 'Viral Dulu Baru Proses': Semua Laporan Akan Kami Tindak Lanjuti!
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
PLN Batam Diapresiasi atas Respons Cepat, BP Batam Turun Langsung Dampingi Dunia Usaha
-
Viral Blackout Batam Selama 3 Hari Disengaja, PLN Buka Suara
-
Batam Blackout: Penyebab Diduga Hewan Liar Masuk Gardu, PLN Siapkan Kompensasi
-
Pemadaman Listrik Total, Harga Kamar Hotel di Batam Tembus Rp34 Juta per Malam
-
Batam Blackout, Baru Sejumlah Wilayah Menyala Setelah 14 Jam Tanpa Listrik