SuaraBatam.id - Ng alias Tu, ditetapkan polisi sebagai pelaku pembakaran lahan di Kundur Kabupaten Karimun. Ia diduga melakukan pembakaran di lahannya sendiri kemudian menyebar puluhan hektar ke lahan milik warga.
"Kebakaran totalnya sekitar 70 sampai 80 hektare," sebut Arizan, salah satu pelapor yang mewakili 22 warga Kundur Utara yang dikutip dari batanews.
Polisi menyelidiki kasus karhutla yang terjadi di daerah itu atas laporan warga. Sejumlah orang sebelumnya sudah diperiksa.
Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) sudah ditujukan polisi kepada warga. Hingga disebutkan Ng sebagai tersangka. Arizan, mengaku sudah menerima SP2HP tersebut.
"Ada 5 warga sama saya yang dipanggil tanggal 2 Oktober. Waktu dipanggil itu, penyidik menyampaikan hasil lab forensik yang sempat datang ke lokasi," kata Arizan di Mapolres Karimun, Selasa (19/10/2021).
Arizan menyebutkan, penyidik menyampaikan jika hasil lab forensik menyatakan lahan yang terbakar merupakan lahan gambut.
"Disampaikan penyidik ke kami, menurut ahli api bisa bertahan selama satu minggu dalam tanah," ujarnya.
Sementara kuasa hukum warga, pengacara dari kantor Lembaga Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia Cabang Kepulauan Riau (Paham Kepri), Eka Satyadi yang mendampingi Arizan mengatakan, untuk tahapan-tahapan penanganan kasus tersebut aparat kepolisian terlihat bekerja keras.
Akan tetapi Ia merasa sedikit janggal dengan sikap penyidik yang terkesan kurang berkenan jika warga didampingi kuasa hukum. Diantaranya adalah penyidik meminta surat kuasa asli dari warga dengan alasan sebagai syarat dokumen pelimpahan kepada pihak Kejaksaan.
"Namun saya keberatan untuk menyerahkan surat kuasa asli karena hal itu belum pernah kami lakukan. Itu dokumen penting, yang harus dijaga oleh setiap pengacara," kata Eka.
Baca Juga: Polisi Bubarkan Demo Pencari Suaka Asal Afganistan di DPRD Batam, Dianggap Tak Berizin
Bahkan disebutkannya juga, dirinya akan dibatasi oleh penyidik dalam memberikan informasi perkembangan perkara tersebut.
"Penyidik seperti meragukan kelegalan profesi saya. Bahkan sempat juga mengatakan untuk lebih lanjut akan membatasi dalam memberi informasi terkait perkembangan perkara ini jika bertindak bukan sebagai kuasa hukum. Jadi pengacara bertindak sebagai apa kalau bukan sebagai kuasa hukum dari pemberi kuasa," tambahnya.
Eka menambahkan, warga masih membuka jalan mediasi dan bersedia untuk mencabut laporan.
Pihak keluarga terduga pelaku Ng alias Tu juga pernah mengajak mediasi pada bulan Juni, namun sampai sekarang belum ada lanjutan.
"Jadi biar jangan ada sangkaan bahwa kita tak mau berdamai. Sekali lagi kita tegaskan kami masih membuka lebar pintu untuk mediasi. Hingga saat ini sejak bulan Juni kemaren belum ada pihak keluarga terduga ataupun terduga langsung yang sekarang menjadi tersangka menghubungi kami," ucap Eka.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Arsyad Riyandi yang dikonfirmasi wartawan mengatakan pihaknya terus melakukan proses terhadap kasus ini.
Berita Terkait
-
Kebakaran Gunung Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepat Rehabilitasi
-
Arti Mimpi Rumah Kebakaran tapi Bisa Dipadamkan Menurut Primbon
-
Kebakaran di Pulogadung Jakarta Timur, Dua Rumah Hangus Diduga akibat Korsleting Kipas Angin
-
Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?
-
Ketegasan Sanksi Karhutla: Izin Dicabut, Lahannya Mau Dibiarkan Terbakar?
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak