SuaraBatam.id - Mantan Kepala Desa berinisial AM dan Kaur Keuangan Desa berinisial KMZ ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi anggaran Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara.
Kasat Reskrim AKP Adi Kuasa Tarigan mengatakan penetapan tersangka AM dan KMZ, berdasarkan hasil penyidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi sebanyak 50 orang dan melakukan penyitaan beberapa dokumen anggaran Desa Limbung tahun anggaran 2020.
"Penyidik juga telah melakukan koordinasi dengan Inspektorat Kabupaten Lingga dalam rangka audit investigasi kerugian keuangan negara. Hasil audit didapat kerugian keuangan desa senilai Rp674 juta," kata kasat Reskrim di Mapolres Lingga, Rabu.
Menurut dia kerugian negara sebesar Rp674 juta tersebut diperoleh dari sisa anggaran tahun 2020, dengan rincian anggaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya senilai Rp210 juta.
Kemudian, anggaran kegiatan pembangunan fisik yang penggunaannya tidak wajar senilai Rp420 juta, honor guru TPA, PAUD, kader posyandu serta insentif RT/RW yang tidak dibayarkan namun anggaran telah dicairkan senilai Rp28,7 juta.
Selanjutnya, insentif kegiatan keagamaan yang tidak dibayarkan namun anggaran telah dicairkan senilai Rp10,5 juta dan kegiatan fiktif senilai Rp4,8 juta.
Lanjut Kasat Reskrim kedua tersangka sudah dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan. Tim penyidik juga sedang melakukan pelacakan aset dari kedua tersangka untuk melakukan pemulihan kerugian keuangan negara.
Tersangka AM dan KMZ dijerat dengan ketentuan Pasal 2 Ayat (1) atau Lasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dengan UU RI No 20 tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun kurungan penjara. (antara)
Berita Terkait
-
Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi
-
Nera Susanto Adik Eks Kepala BNPB Suharyanto Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Dana Bencana
-
Kelompok Mahasiswa Anti Korupsi Desak Revisi UU Tipikor, Ingatkan Pasal Kerugian Negara
-
Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar
-
Terungkap di Sidang Silmy Karim: Kode RAMA untuk Jatah Menteri Rp40 Juta per Minggu!
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid