SuaraBatam.id - Belum lama ini Uki eks NOAH membuat pernyataan mengejutkan terkait musik adalah hal yang haram bagi muslim.
Pria 39 tahun tersebut juga mengatakan jika musik adalah pintu maksiat yang bisa membawa seseorang pada keburukan.
Nah, baru-baru ini Uki kembali menegaskan sikapnya yang menolak kehadiran musik dalam hidupnya.
Pemilik nama lengkap Mohammad Kautsar Hikmat itu mengaku terganggu setiap kali mendengarkan musik di sejumlah tempat seperti mal dan pesawat.
Meski dirinya dulu sudah mendengar bahkan memproduksi musik. Namun kini Uki mengaku kesal dan frustrasi tiap kali mendengar musik.
“Malah yang ana (saya) rasakan malah mengganggu. Setelah dengar musik, ada ayat yang hilang, merasa seperti itu,” ujarnya dilansir dari laman youtube Ustaz Syafiq Riza Basalamah 22 Agustus 2021.
Tak cuma di pesawat, ia mengaku kerap kesal jika mendengar suara musik di mal.
“Karena kan kita tuh dari dulu sudah dengar musik. Dulu kan saya di band sudah banyak musik di kepala. Jadi ketika kita di mal, ada dengar lagi tuh kayak keganggu gitu.”
Ia juga mengatakan jika mendengar musik, dirinya merasa ditempel dan butuh waktu satu minggu untuk hilang.
Baca Juga: Anisa Bahar Sebut Uki Eks NOAH Lebay: Uje Aja Dakwah Melalui Lagu..
“Tiba-tiba pasti ada saja gitu yang nempel, kesal di hati. Itu butuh waktu sekitar semingguan untuk hilang lagi,” kata Uki.
Pada akhir 1990an, Uki turut mendirikan band Peterpan yang kini berganti nama menjadi Noah. Dia keluar dari Noah pada 2019. Setelah banyak berkecimpung di dunia dakwah, Uki kini menganggap musik seperti racun yang sulit dihilangkan dalam tubuh.
“Jadi dia kayak racun yang nempel, agak lama. Apalagi dari dulu kita sudah biasa dengar. Jadi mengganggu sih memang terdengarnya,” ucapnya.
Sebelumnya, Uki menyebut jika musik merupakan pintu dari kemaksiatan. Dia menyebut profesi musisi bukan pekerjaan yang halal. Karena itu, Uki mengisyaratkan penyesalannya pernah menjadi musisi.
“Karena bagi saya, saya enggak bisa membanggakan. Ya Allah, saya dulu menciptakan banyak fans, banyak lagu, di hadapan Allah pada akhirnya itu enggak bisa meningkatkan derajat saya,” kata Uki saat berbincang di YouTube Belajar Sunnah.
Ucapan Uki mendapat banyak tanggapan. Salah satunya Rhoma Irama. Sang Raja Dangdut menolak anggapan Uki dengan menyebut musik bisa juga digunakan untuk berdakwah dan menyiarkan kebaikan.
“Dulu zaman Nabi Muhammad SAW enggak ada televisi. Begitu ada TV, media ini digunakan untuk dakwah. Begitu juga musik. Ketika musik ini bisa membawa kita kembali pada Allah. Contohnya, kalau manusia di belakang senjata orang beriman, dia enggak akan nembak sembarangan. Begitu juga gitar, pisau, tergantung siapa yang megang gitarnya,” jelas Rhoma Irama.
Berita Terkait
-
Anisa Bahar Sebut Uki Eks NOAH Lebay: Uje Aja Dakwah Melalui Lagu..
-
Uki Eks NOAH Terganggu Degar Musik, Kayak Racun dan Hafalan Alquran Hilang Dikepala
-
Sebut Musik Seperti Racun, Uki Eks NOAH: Jadi Mengganggu Dengarnya
-
Musik Racun dan Haram, Uki Eks NOAH: Dengar Musik Hilangkan Ayat Al Quran, Bikin Frustasi
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Waspada Gelombang Tinggi saat Gerhana Matahari Cincin di Kepri
-
Polda Kepri soal Maraknya Penyalahgunaan Whip Pink
-
BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Diskon Tiket Kapal 30 Persen di Tanjungpinang Jelang Lebaran 2026
-
55 Ribu PBI JK di Batam dan Karimun Dinonaktifkan, BPJS Ungkap Cara Reaktivasi