Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Senin, 16 Agustus 2021 | 14:45 WIB
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin. (Facebook.com/Muhyiddin Yassin)

Penolakan juga disampaikan oleh Presiden UMNO Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi dan Presiden Pejuang Tanah Air, Mukhriz Mahathir.

Majelis Presiden PH menolak tawaran yang diberikan oleh Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mengizinkan mosi percaya disetujui di Parlemen.

"Pakatan Harapan telah mengambil sikap untuk menolak dengan keras semua tawaran tidak tulus dari Mahyuddin yang seharusnya dilakukan lebih awal dan bukan pada akhir kehidupan politiknya," kata mereka.

Mereka juga mengklaim bahwa pengumuman khusus Perdana Menteri Muhyiddin pada Jumat adalah pengakuan terbuka dari seorang perdana menteri yang telah kehilangan mayoritasnya.

Baca Juga: Geger PM Malaysia Diprediksi Mundur Hari Ini, Kandidat Pengganti Mencuat

Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi menyarankan masyarakat untuk tetap tenang sampai Yang di-Pertuan Agong melakukan tanggung jawab konstitusionalnya berdasarkan Pasal 40 (2) untuk mengangkat perdana menteri baru dari antara anggota DPR.

Pria keturunan Indonesia ini menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada 15 anggota parlemen yang setia dan istiqomah karena telah mempertahankan pendirian partai untuk terus mempertahankan Kelembagaan Raja dan Konstitusi Nasional.

Zahid tetap kukuh kendati Minggu malam (15/8) ada keinginan dari Wakil Perdana Menteri Ismail Sabri agar anggota parlemen Umno kubunya tetap bergabung ke Perikatan Nasional karena Ismail Sabri akan disiapkan sebagai perdana menteri setelah Muhyiddin lengser.

Penggantinya Muhyiddin Yassin akan ditentukan oleh Yang Di-Pertuan Agong berdasarkan adu kekuatan dan kompromi dari kelompok oposisi baik dari kelompok Anwar Ibrahim, Mahathir Mohammad maupun kelompok Umno. (Antara)

Baca Juga: Hari Ini, Perdana Menteri Malaysia Umumkan Masa Depan Karier Politiknya

Load More