SuaraBatam.id - Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov menjelaskan pada AS untuk meminta 24 diplomat Rusia untuk meninggalkan negara itu paling lambat 3 September, setelah masa berlaku visa habis.
Meski demikian, Antonov tidak menjelaskan secara rinci terkait permintaan AS itu berkaitan dengan suatu sengketa tertentu.
"Hampir semua dari mereka akan pergi tanpa ada pengganti karena Washington tiba-tiba memperketat prosedur pemberian visa," kata Antonov dalam wawancara dengan majalah National Interest, dirilis Minggu (2/8/2021).
Baik Pemerintah Rusia maupun AS diketahui memang sejak lama berbeda pandangan soal berbagai masalah.
Hubungan kedua negara juga memburuk usai Presiden AS Joe Biden menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai pembunuh.
Namun, hubungan keduanya sempat membaik usai Biden bertemu dan melakukan pembicaraan dengan Putin pada 16 Juni.
Pertemuan tersebut bahkan mengarah pada kembalinya aliran dana dari sejumlah investor asing ke obligasi pemerintah Rusia.
"Kami berharap akal sehat akan menang dan kita bisa memulihkan keberadaan diplomat Rusia serta Amerika di Amerika Serikat dan Rusia berdasarkan prinsip timbal balik," kata Antonov.
Dubes Rusia berharap, dialog antar kedua negara yang digelar baru-baru ini terkait keamanan siber terus berlanjut dan berkembang baik.
Baca Juga: Arsenal dan AS Roma Belum Sepakat, Mimpi Granit Xhaka Dilatih Mourinho Terancam Kandas
"Sebagai pilihan, kita bisa berdebat menyangkut ancaman siber terhadap sistem pengendalian persenjataan, dan lain-lain."
Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS pada Senin (2/8) menyatakan penggambaran dubes Rusia itu soal 24 diplomat Rusia, terkait visa AS yang kedaluwarsa, tidak akurat.
Juru bicara Deplu AS Ned Price saat konferensi pers mengatakan para diplomat Rusia "bisa mengajukan permohonan perpanjangan" visa mereka dan "permohonan tersebut ditinjau berdasarkan kasus per kasus."
Berita Terkait
-
AS Mendadak 'Usir' 24 Diplomat Rusia
-
Ditinggal ke Portugal, Rumah Chris Smalling Lagi-lagi Disatroni Rampok
-
Anthony Fauci: Orang yang Tidak Vaksin Bertanggung Jawab Atas Varian Delta
-
Granit Xhaka Dikabarkan Diminati AS Roma, Mikel Arteta Buka Suara
-
Tom Bower Sebut Meghan Markle Bisa Jadi Presiden AS dalam Waktu 10 Tahun
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan