SuaraBatam.id - Pemerintah nampaknya serius dalam menyiapkan skenario perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat hingga mencapai 4 atau 6 pekan guna memutus sebaran virus corona.
Menanggapi isu ini, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal berharap, pemerintah emenuhi hak-hak buruh. Alasannya, jika benar PPKM Darurat diperpanjang maka besar kemungkinan PHK akan meningkat.
"Terus terang, saat ini ancaman adanya ledakan PHK sudah di depan mata. Karena saat ini sudah banyak perusahaan yang mengajak serikat pekerja berunding untuk membicarakan program pengurangan karyawan," kata Said Iqbal, Selasa (13/6/2021).
Ia juga menjelaskan, saat ini para buruh yang bekerja dari rumah sudah terancam potong gaji. Sehingga, ia berharap pemerintah tegas dalam menangani pengusaha yang melakukan PHK dan potong gaji buruh.
"KSPI meminta pelaksanaan PPKM darurat diikuti dengan perlindungan terhadap hak-hak buruh," ujarnya, melansir Batamnews --jaringan Suara.com.
Sebelumnya dikabarkan, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyampaikan adanya rencana skenario pemerintah untuk kemungkinan PPKM Darurat yang diperpanjang Darurat mencapai 4-6 minggu.
"PPKM Darurat selama 4-6 minggu dijalankan untuk menahan penyebaran kasus. Mobilitas masyarakat diharapkan menurun signifikan," tulis, Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Bersama dengan Badan Anggaran DPR RI, Senin (12/7/2021).
Dengan demikian, APBN akan diperkuat untuk merespons dampak negatif peningkatan kasus Covid-19 kepada perekonomian dan diperlukan akselerasi vaksinasi, efektivitas PPKM Darurat, dan kesiapan sistem kesehatan.
Berita Terkait
-
Heboh Kabar Lumajang Zona Hitam, Begini Penjelasan Dinas Kesehatan
-
Upaya Pemilik Usaha di Medan Agar Ada Penjualan di Masa PPKM Darurat
-
Mengerikan! 40 Persen Pasien Isolasi Mandiri di Bogor Meninggal Dunia Selama PPKM Darurat
-
Wacana PPKM Darurat Diperpanjang 6 Minggu, KSPI: Jangan Ada Ledakan PHK
-
60 Pekerja Sawit di-PHK di Banyuasin Tuntut Pesangon
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan
-
Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba
-
BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri