SuaraBatam.id - Otoritas Bandara Hang Nadim Batam kini mewajibkan kartu vaksinasi dalam dokumen perjalanan. Selain itu, pihak terkait juga mengimbau agar tidak membawa anak di bawah umur apabila ingin menggunakan maskapai penerbangan.
General Manager Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim Batam, Benny Syahroni yang ditemui, Selasa (6/7/2021) mengatakan, calon penumpang wajib untuk mendapatkan vaksin Covid-19 minimal dosis pertama.
"Karena aturan sekarang, bagi anak yang bisa di vaksin baru yang berusia 12-18 tahun saja. Jadi di bawah itu tentu belum dapat vaksin, sehingga tidak mungkin mendapat kartu vaksinasi," ujarnya.
Aturan ini diakuinya memang belum berlaku pada hari ini. Namun, Benny berharap, pengertian dari para orang tua yang akan membawa anaknya dalam perjalanan ke luar kota.
"Kita harap kebijaksanaan dari para orang tua. Apabila ada anak di bawah umur akan dibawa, lebih baik tidak usah berangkat atau hanya salah satu saja yang berangkat, apabila memang sangat penting," tuturnya.
Selain itu, kebijakan lain yang telah diterapkan adalah pemberlakuan Swab Antigen bagi calon penumpang dengan daerah tujuan luar Pulau Jawa dan Bali.
Sementara itu, bagi calon penumpang tujuan Pulau Jawa dan Bali selain melampirkan kartu vaksinasi juga wajib untuk melampirkan hasil uji Swab PCR.
"Selain vaksin, untuk tujuan diluar Jawa dan Bali hanya test Antigen. Tujuan Jawa dan Bali wajib PCR. Begitu juga sebaliknya bagi mereka yang akan masuk ke Batam melalui Hang Nadim," tegasnya.
Salah seorang calon penumpang, Imran mengaku terkejut dengan adanya hal ini. Hal ini lantaran kartu Genose yang dimilikinya sudah tidak berguna untuk dilampirkan sebagai dokumen perjalanan.
Baca Juga: Israel dan Korea Selatan Sepakat Bertukar Vaksin Covid-19
"Saya dan keluarga Genose kemarin, karena kami dari Pinang. Tapi sampai disini, tadi dibilang petugas Genose udah gak berlaku. Terpaksa tadi Swab Antigen disini," pungkasnya.
Hal senada juga dilontarkan oleh Anton warga Batam yang akan kembali ke Medan.
"Ini mau Swab Antigen dulu mas, saya malah kurang update mengenai informasi nya. Saya pikir kemarin harus PCR makanya mau ke Medan sempat ditunda-tunda," ungkapnya.
Mengenai pembiayaan Swab Antigen di kawasan Bandara Hang Nadim, kedua calon penumpang ini mengaku dikenakan biaya tambahan Rp200 ribu, diluar biaya tiket yang telah dibayarkan.
"Tadi saya pas check-in, baru diingatkan agar melakukan Swab Antigen. Ini berangkat naik Citilink, namun biaya Antigen Rp 200 ribu ternyata diluar tiket," jelasnya.
Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait
Berita Terkait
-
2.000 Anak Usia 12-17 Tahun di Aceh Telah Divaksin Covid-19
-
Kota Pontianak Target Vaksinasi COVID-19 150 Ribu Warga Sampai Akhir Juli 2021
-
Vaksin Covid-19 TInggal 1.000 mdv, Vaksinasi di Batam Berhenti Total Dalam Dua Hari
-
Jangan Coba-coba 'Nakal' Masuk Surabaya, Ada Tim Khusus Pemantau Surat Hasil Swab
-
Viral Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu Dijual Murah di Medsos, Harganya Cuma Rp4 Ribu
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Pria Hanyut Terseret Arus usai Terjun ke Laut dari Jembatan Barelang Batam
-
12 Tahun BRILink Agen Dari BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Desa, Sampai ke Nusa Tenggara Barat
-
Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
BRI Hadirkan Posko Lebaran 2026, Pemudik Bisa Istirahat Gratis
-
Penumpang Mulai Padati Pelabuhan Batam, Pemudik Datang Naik 18 Persen