SuaraBatam.id - Pegiat sosial media yang juga aktif menyuarakan politik, Rocky Gerung menyebut, Presiden Jokowi dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memiliki keinginan untuk membebaskan Habib Rizieq Shihab bebas dalam kasus kerumunan massa.
“Sebetulnya yang saya maksud seharusnya bebas Habib Rizieq itu, yang inginkan Habib Rizieq bebas bukan saya, Khofifah dan Jokowi inginkan Habib Rizieq bebas. Supaya tak berlaku stare decisis. Jokowi inginkan HRS bebas, sebab kalau dihukum itu jadi parameter yang lainnya supaya dihukum juga,” ujar Rocky.
Rocky Gerung menyampaikan opininya tersebut dalam diskusi ‘Secangkir Opini’ yang dimoderatori oleh Refly Harun. Dalam diskusi tersebut, Rocky menyebut, Habib Rizieq sengaja diskema bersalah.
“Benar memang proses hukumnya berjalan, tapi kan imajinasi politik di balik proses hukum ini sudah telanjur ada dalam pikiran sebagian masyarakat,” kata dia, melansir Terkini.id (jaringan Suara.com).
Sehingga, secara pribadi, Rocky menyebut dirinya setuju jika Habib rizieq dihukum. Namun, dengan konsekuensi semua kalangan yang kedapatan melanggar protokol kesehatan juga ikut dihukum tanpa pandang bulu.
“Saya anggap sebaiknya Habib Rizieq dihukum supaya berlaku prinsip hukuman pada Habib Rizieq diterapkan ke pejabat yang punya kasus yang setara dengan Habib Rizieq yang melakukan kerumunan,” ujarnya.
Menurut Rocky Gerung, Habib Rizieq memiliki kekuatan yang tidak main-main dalam konstelasi politik nasional kekinian.
Ia mengatakan, meski Jokowi bisa mengendalikan negara, namun jika terjadi arus politik nasional, bukan tidak mungkin mantan wali kota Solo itu bisa dalam posisi sulit jika ditangkap atas kasus kerumunan massa seperti halnya Habib Rizieq Shihab.
“Habib Rizieq dia itu bukan tokoh tapi faktor dalam perubahan politik ke depan. Bayangkan misalnya saya berimajinasi, ada perubahan politik minggu depan, kasus HRS belum diputuskan, lalu HRS dipercepat prosesnya dihukum begitu jadi perubahan politik yang pertama ditangkap itu Jokowi, karena dia melakukan kerumunan,” ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Akan Jadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni
Berita Terkait
-
Ustaz Yusuf Mansur Puji-puji Jokowi, Pengamat Singgung soal Komisaris
-
Rocky Gerung Sebut Vonis HRS Bisa Jadi Dasar Hukuman Pejabat Buat Kerumunan
-
Bocah Minta ke Jokowi agar Dikirim ke Palestina, Endingnya Malah Freestyle
-
Divonis 8 Bulan Penjara Kasus Kerumunan Petamburan, Rizieq Bakal Ajukan Banding Besok
-
Habib Rizieq Ajukan Banding Vonis Kerumunan Petamburan dan Megamendung Besok
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Blackout di Kawasan Industri Batamindo: Aktivitas Lumpuh, Karyawan Libur Massal
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar