SuaraBatam.id - Pasien virus corona di Kota Tanjungpinang keluhkan lambannya penanganan oleh petugas dan aparat Dinas Kesehatan setempat.
Salah satu pasien yang mengeluhkan hal ini, Brando mengaku merasa kecewa dengan pelayanan petugas saat melakukan tes usap di Mes Pemda Batu 7 Tanjungpinang usai tes usap mandiri.
Usai tes tersebut, ia terkonfirmasi positif corona, sehingga ia melanjutkan tes usap dengan metode PCR untuk mengetahui hasil yang lebih akurat dan mengisolasi dirinya secara mandiri.
Namun, lantaran terlalu lama ia lantas melakukan tes antigen lagi dan hasilnya negatif.
"Namun hari ini petugas kesehatan menghubungi saya. Hasil tes PCR, positif. Saya disuruh untuk karantina terpadu di Hotel Lauhas Bintan, karena kamar saya tidak memenuhi syarat untuk isolasi mandiri. Tentu, saya menolaknya," ucapnya, Selasa (25/5/2021).
"Saya merasakan sendiri bahwa cerita soal pemeriksaaan yang cepat, penelusuran yang maksimal, pengobatan itu tidak ada sama sekali," keluhnya.
Hal serupa disampaikan Novita, yang merupakan kerabat dari pasien terkonfirmasi positif COVID-19. Mereka menyebut, sama sekali tidak ada penanganan dari petugas medis.
Noviana mengatakan, baru-baru ini, ayahnya positif COVID-19 berdasarkan hasil antigen. Setelah diketahui positif COVID-19, pihak RSUP Kepri tidak mengantarkan ayahnya ke rumah.
"Waktu pergi ke rumah sakit, diantar oleh suami saya. Kemudian, pulang ke rumah diantar adik ipar saya. Ini 'kan beresiko," katanya.
Baca Juga: Persiapan Maha Vihara Maitreya di Sumut Jelang Perayaan Waisak 2021
Bahkan, ada miskoordinasi antara RSUP Kepri dengan Dinkes Tanjungpinang saat akan tes usap PCR. Noviana sempat bersitegang dengan salah seorang pejabat di Dinkes Tanjungpinang lantaran disuruh mengambil hasil pemeriksaan di RSUP Kepri.
"Kenapa harus saya yang mengambil? Saya 'kan harus isolasi, karena kontak erat dengan ayah saya," ucapnya.
Setelah beradu argumen, Noviana lantas meminta bantuan berbagai pihak, dan dilakukan tes usap PCR. Hasil tes PCR pun diketahui setelah sepekan dan hasilnya positif. Kemudian baru dilakukan tes usap terhadap anggota keluarga lainnya.
"Ada empat orang anggota keluarga kami yang positif COVID-19," katanya.
Adik ipar dari Noviana dalam kondisi positif COVID-19 sempat bekerja. Perusahaannya tidakn memberikan ijin lebih dari tiga hari kalau tidak ada bukti bahwa dirinya positif COVID-19.
Setelah bekerja berhari-hari, baru diperoleh informasi dari Dinkes Tanjungpinang bahwa dirinya positif COVID-19 sehingga melakukan isolasi mandiri.
Berita Terkait
-
Siap-siap, BPJS Kesehatan Buka Lowongan Ratusan Verifikator
-
Update Kasus Covid-19 di Kalimantan Timur, Ada 105 Kasus Baru
-
Polisi Gerebek Layanan Rapid Test di Lapangan Merdeka Medan
-
6 Ambulans Jemput 25 Warga Ngaglik Positif Covid-19, Antar Isolasi ke Asrama Haji
-
Puluhan Nakes RSUD Cilacap Positif Covid-19 Usai Rawat ABK Filipina
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Menembus Wilayah Kepulauan, Mantri Perempuan BRI Perkuat Inklusi Keuangan di Sulawesi Tengah
-
Viral Pungli di Jembatan Barelang Batam, Penertiban Dilakukan Besok
-
Pemprov Kepri Buka Suara Jawab Isu Pengurangan Ribuan PPPK
-
BRI Pastikan Seluruh Aktivitas Bisnis Dijalankan Transparan dan Hati-hati
-
Perkuat Ketahanan Ekonomi Purna PMI, BRI Peduli Gelar Pelatihan Wirausaha di Cirebon