SuaraBatam.id - Kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang di sekitar perairan Bali disebut hanya memiliki sedikit waktu untuk bertahan. Sisa cadangan oksigen yang tersedia dalam kapal tersebut diperkirakan hanya akan bertahan dalam 60 jam ke depan.
Padahal, di dalam KRI Nanggala-402 ada 53 awak yang sebelumnya dijadwalkan ikut dalam latihan penembakan melalui kapal selam KRI Nanggala-402.
Pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati menyebut, dengan waktu yang disebut diatas masih ada peluang untuk dilakukan combat SAR.
“Lost contact KRI Nanggala-402 sebenarnya masih ada peluang untuk melakukan Combat SAR. Kemampuan menyelam normal pada ambang batas kedalaman operasional adalah 48 jam ditambah cadangan darurat untuk 24 jam sehingga total 72 jam. Menurut kemampuan tersebut kesempatan masih terbuka melakukan operasi Combat SAR sampai dengan 58-60 jam ke depan,” kata dia, melansir Hops.id (jaringan Suara.com).
Sejumlah pencarian juga terus dilakukan, salah satunya dengan cara memantau ceceran minyak di laut lantaran hal itu menjadi salah satu cara bagi kapal selam untuk menentukan kondisi dan titik SOS.
Ia melanjutkan, saat ini yang perlu dilakukan yakni Panglima TNI dan KASAL secara bersama menggelar konferensi pers dan mengarahkan KRI lainnya untuk melakukan pencarian secara cepat.
Langkah ini diambil, menurutnya guna ada komunikasi dengan negara sahabat yang bisa membantu pencarian.
“Kita sangat berharap Panglima TNI dan KASAL bisa melakukannya. Dan kapal selam ini segera ditemukan. Ini merupakan kecelakaan kapal selam pertama di Indonesia,” kata dia, Kamis (22/4/2021).
Dalam pencarian ini, menurut Nining, tidak bisa menggunakan kapal penyelamat biasa melainkan dengan kapal yang memiliki teknologi termutakhir dengan fitur deteksi sonar bawah laut. Padahal, Indonesia tidak memiliki banyak kapal dengan teknologi tersebut.
Baca Juga: Tak Ada Alat Angkut, Ismerlo Diminta Bantu Cari KRI Nanggala-402 di Laut
“Maka itu, minta pertolongan, kalau India, Singapura, dan satu netaraa lain apa saya lupa, menawarkan bantuan, segera diterima saja, sebab mereka memang dikenal memiliki teknologi cangih untuk temukan kapal ini,” ucapnya.
Dia mendorong kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan optimal. Salah satu caranya dengan mengundang Angkatan Laut negara lain.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan mengundang Angkatan Laut negara lain untuk melaksanakan misi kemanusiaan tersebut,” tutupnya.
Berita Terkait
-
Bantu Pencarian KRI Nanggala 402, Militer Singapura Kirimkan Kapal Khusus
-
Alutsista TNI Berusia Tua, Jokowi hingga Prabowo Diminta Duduk Bersama
-
Pencarian KRI Nanggala 402
-
Singapura dan Malaysia Cari KRI Nanggala-402 Hilang di Bali
-
Tak Ada Alat Angkut, Ismerlo Diminta Bantu Cari KRI Nanggala-402 di Laut
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
5 Mobil Kecil Bekas Murah, Hemat Biaya Operasional buat Pemula
-
Realisasi Investasi Batam Capai Rp69 T di 2025, Singapura Jadi Sumber Utama
-
Ekspedisi Jakarta Batam Terpercaya & Efisien | Harddies Cargo
-
Beasiswa untuk 1.100 Mahasiswa 7 Kampus Negeri Ternama, Batam Jadi Tujuan Belajar
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen