SuaraBatam.id - Usai sempat geger kisruh internal akibat adanya Kongres Luar Biasa (KLB) yang dilaksanakan di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara beberapa saat lalu, kini Partai Demokrat dibawah AHY dianggap unggul.
Namun di balik keberhasilan Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadapi kudeta itu, pengamat politik Ujang Komarudin menilai adanya kesepakatan politik antara petinggi Demokrat dengan Presiden Joko Widodo.
Bersamaan dengan ini, pria yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu menyarankan agar Jokowi mencopot Moeldoko dari jabatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP).
Karena menurut Ujang, keputusan Kementerian Hukum dan HAM yang menyatakan Partai Demokrat versi KLB tidak sah tidak lepas dari campur tangan Jokowi sebagai presiden.
“Menang AHY di Kemenkumham itu kan ada jasa Jokowi. Ada jasa pemerintah. Ke depan tak tahu apa deal AHY-SBY dengan Jokowi. Bagusnya sih Meoldoko diganti,” kata Ujang Komarudin, melansir Hops.id (jaringan Suara.com).
Namun, meski adanya sejumlah pihak yang meminta pemecatan Moeldoko, ia memprediksi, Jokowi akan tetap mempertahankan Moeldoko di jajaran pemerintahan.
Pasalnya, sosok Moeldoko dibutuhkan Jokowi untuk menangkal berbagai serangan politik yang datang dari para eks purnawirawan.
“Jokowi sepertinya tetap akan pertahankan Moeldoko di KSP. Bagusnya sih Meoldoko diganti. Tapi Jokowi tak akan melakukan,” ungkap dia.
Pendapat Ujang tentu masuk akal, namun nampaknya tidak sepenuhnya bisa dibenarkan. Hal ini dibuktikan dengan adanya massa mengatasnamakan Garda Demokrasi 98 yang melaporkan SBY dan AHY karena tidak meminta maaf pada Jokowi.
Baca Juga: Batal Ena-ena ke Dubai, Ini Klarifikasi Pasangan Aurel Hermansyah dan Atta
Sekretaris Jenderal Garda Demokrasi 98 Azwar Furqutyama mengatakan, pihaknya melaporkan AHY karena ketum Demokrat itu dengan sengaja menuding pemerintahan Presiden Jokowi terlibat dalam kudeta Partai Demokrat.
“Maka kami berharap demokrasi ini dibangun dengan baik dengan cara-cara yang beretika dan tidak mengedepankan fitnah. Karena selama ini AHY, menuding pemerintahan Jokowi terlibat dalam pengambilalihan Partai Demokrat,” kata Azwar di Bareskrim Polri.
Berita Terkait
-
Netizen ke Fadli Zon Soal Ambil TMII: Harusnya Berterima Kasih ke Jokowi
-
Munas PKB, Jokowi Ungkit Aksi Bomber di Makassar dan Teroris di Mabes Polri
-
Marzuki Alie Cecar SBY, Diumpamakan Barang Bagus Tapi Kurang Dikenal
-
Sebut Klan Cendana Diusir dari TMII, Denny Siregar: Cara yang Keren Pakde
-
Jokowi Kasih Kain Baju Batik untuk Kado Pernikahan Aurel-Atta: Wow Keren!
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Listrik Padam Ganggu Rapat Pemkot Batam, Layanan Online Lumpuh-Jalanan Macet
-
Blackout Batam, Sinyal Internet Ikut Lenyap di Tanjungpinang dan Bintan
-
Pemadaman Listrik Massal, Warga Batam Serbu Mal demi Cas HP dan Dapat Sinyal
-
21 Orang Positif Narkoba Terjaring Razia Polda Kepri di Batam
-
Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Gerakkan 500 Relawan untuk Kelola Sampah