SuaraBatam.id - Disampaikan Ketua RT di Kecamatan Bontoala yang menjadi tempat tinggal dari pasangan suami-istri (pasutri) bomber Makassar L dan YSF terkait kabar bahwa YSF sedang hamil saat dirinya melakukan aksi bom bunuh diri.
Ketua RT Nuraeni menyebut, berdasarkan laporan yang diterimanya dari keluarga, ada dua versi berbeda.
"Ya ada 2 informasi. Ada yang bilang mengandung atau hamil, ada yang bilang nggak," ujar Nuraeni saat dimintai konfirmasi wartawan di Makassar, Senin (29/3/2021).
Ia menyebut, tante YSF mengabarkan bahwa YSH tengah hamil empat bulan. Namun, kabar itu ditepis orang tua YSF yang menyebut putrinya tidak hamil.
"Keluarganya katanya hamil. Tantenya ada yang bilang hamil 4 bulan katanya. Tapi dari orang tuanya katanya tidak (hamil)," katanya.
Nuraeni juga menyebut, baik YSF maupun suami nantinya akan dikuburkan di Kabupaten Maros.
"Karena langsung dimakamkan di sana, nggak dibawa ke sini. Dua-duanya (L dan YSF dimakamkan di Maros), kan kampung suaminya itu, bapaknya Lukman," tuturnya, melansir Batamnews (jaringan Suara.com).
Dikabarkan sebelumnya, ibu kandung YSF, EM mengatakan putrinya dan L merupakan pengantin baru yang menikah 7 bulan lalu.
Usai menikah, sang ibu mengaku jarang bertemu dengan putrinya dan kabar YSF menjadi alah satu pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, pada Minggu (28/3/2021) lalu jelas mengejutkan dirinya.
Baca Juga: Bom Makassar, Habib Rizieq: Jika Ada yang Bilang Itu Jihad, Sangat Keliru
"(Menikah) 7 bulan lalu. (Kegiatan) jualan online, saya tahu dia jualan online dan suaminya yang antar makanan," ujar ibu kandung dari pelaku bom bunuh diri, EM, saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Senin (29/3/2021).
Menurut EM, dia sudah jarang bertemu dengan putrinya sejak menikah dengan sang suami. Hal ini karena keduanya sudah tinggal sendiri.
"Jadi jarang ketemu selama sudah menikah. Biasa ji datang di rumah tapi jarang," ujarnya lagi.
Berita Terkait
-
Saksikan Teroris Ledakkan Diri, Cosmas Balalembang : Tuhan Tolong Saya
-
Sosok Cosmas Balalembang, Juru Parkir yang Gagalkan Aksi Keji Bom Makassar
-
Ada Pungli di Pantai Losari, Pedagang : Covid-19 Kami Semakin Menjerit
-
Soal Aksi Bom di Makassar, HNW: Agama Haramkan Teror Seperti Itu
-
Tinjau Lokasi Bom Gereja Makassar, Menag: Tak Ada Agama yang Ajarkan Teror
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
Terkini
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen
-
Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin