SuaraBatam.id - Hal unik terjadi di Pilpres Amerika Serikat Donald Trump vs Joe Biden. Penasihat Spiritual Kepresidenan Amerika Serikat, Paula White-Cain berteriak minta bantuan malaikat dari Afrika dan Amerika Selatan.
Itu dilakukan untuk agar Donald Trump menang Pilpres AS. Paula adalah pendeta.
Dia menyampaikan seruan dan doanya tersebut dalam agenda kebaktian pada Rabu (4/11/2020) malam.
"Saya mendengar suara kemenangan, Tuhan berkata itu sudah selesai," ujar Paula dari podium, menyerukan kalimat ini berulang kali, seperti disadur dari USA Today.
"Sebab malaikat bahkan telah dikirim dari Afrika sekarang. Dalam nama Yesus dari Amerika Serikat, mereka datang ke sini," sambungnya.
Dalam rekaman yang beredar di media sosial, Paula juga nampak berdoa dalam Glossolalia atau suatu teknik pengucapan kata-kata yang tidak dapat dipahami secara langsung oleh pendengar, biasanya hanya pembicara yang mengerti artinya.
Paula dalam doa itu mengatakan kini pihaknya tengah bertempur melawan 'konfederasi iblis' yang berusaha menggagalkan kemenangan Donald Trump.
Sementara pada Kamis (5/11) malam, Paula kembali menggelar doa pasca-pemilihan, menyatakan Tuhan telah memastikan untuk mempertahankan posisi Trump di Gedung Putih.
"Tuhan telah menetapkan pikirannya," tutur Paula tentang pemilihan. "Kami akan mengesampingkan keinginan manusia apa pun di atas pikiran Tuhan," dikutip dari Right Wing Watch.
Baca Juga: Puncaki Klasemen Liga Inggris, Southampton Olok-olok Donald Trump
Sejak video Paula berdoa dengan berapi-api itu viral di media sosial, respon bernada negatif dari sejumlah tokoh.
"Tuhan mengirimkan malaikat dari tempat yang disebut Trump (sumpah serapah) untuk membantunya terpilih kembali?" kata Uskup Talbert Swan, seorang pendeta dan aktivis.
Sementara Presiden Kapital NAAP, melalui Twitter, mencuit, "Aku mendengar kemenangan..pertimbangkan alat bantu dengar."
"Dua akan beruntung jika Stephen Miller tidak mengirimkan malaikat-malaikta itu ke Pusat Penahanan ICE," tulis Ana Navarro-Cardenas, ahli strategi politik dan komentaror untuk CNN, Telemundo dan The View.
Perhitungan surat suara dalam pemilihan Presiden AS hingga kini masih terus dilakukan. Hasil perhitungan cepat sejauh ini masih menempatkan Biden lebih unggul atas calon petahana.
Berdasarkan The Guardian, belum ada yang mencapai batas college votes, di mana Biden masih memimpin dengan 264 suara, sedangkan Trump mengantongi 214.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Listrik Padam Ganggu Rapat Pemkot Batam, Layanan Online Lumpuh-Jalanan Macet
-
Blackout Batam, Sinyal Internet Ikut Lenyap di Tanjungpinang dan Bintan
-
Pemadaman Listrik Massal, Warga Batam Serbu Mal demi Cas HP dan Dapat Sinyal
-
21 Orang Positif Narkoba Terjaring Razia Polda Kepri di Batam
-
Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Gerakkan 500 Relawan untuk Kelola Sampah