SuaraBatam.id - Kakek Ajis tewas saat antre beli gas 3 kg di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Selasa (27/10/2020). Ternyata kakek Ajis sudah antre sejak, Senin subuh.
Ajis berusia 73 tahun. Ajis tewas setelah antre beli gas 3 kg subsidi di Swalayan Istana Jalan Ir Sutami Tanjungpinang. Diduga Kakek Ajis tewas kena serangan jantung.
Kakek Ajis ini diketahui merupakan penduduk Kecamatan Bukit Bestari.
Kapolsek Bukit Bestari, AKP Anak Agung Made Winarta menyebutkan Ajis meninggal dunia di rumah sakit, Selasa (27/10/2020).
Berdasarkan keterangan keluarga, Winarta menyebut Ajis mengantre gas di Swalayan Istana Jalan Ir Sutami Tanjungpinang sejak subuh, Senin (26/10/2020).
"Dari subuh sudah meninggal rumah dan tak sempat makan, ia memiliki penyakit kolesterol dan tensi," sebutnya.
Di sana lagi ada kelangkaan gas subsidi untuk rakyat miskin. Warga harus menunggu dan mengantre selama berjam-jam saat stok gas tersedia.
Mereka harus berpacu dengan waktu agar dapat kebagian bahan bakar memasak itu.
Tak hanya menguras energi dan waktu, namun ada juga warga yang meninggal dunia setelah sempat pingsan saat mengantre gas bersubsidi ini.
Baca Juga: Beli Gas 3 Kg di Swalayan Istana, Kakek Ajis Tewas Setelah Marah-marah
Berdasarkan keterangan karyawan Istana Swalayan, Ajis mengalami pingsan saat antre gas elpiji 3 kilogram.
"Setelah pingsan diberikan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit," ujarnya.
Sebelum pingsan, Ajis sempat cekcok dengan pembeli lainnya yang ikut antre.
"Bapak itu sempat adu mulut sama pembeli lainnya, tak tahu masalah apa, tiba-tiba pingsan," kata Apriyani salah karyawan swalayan itu.
Belum diketahui penyebab pria itu pingsan usai marah-marah. Diduga terkena serangan jantung.
Ia menyebutkan, pria itu dilarikan ke rumah sakit oleh pihak kepolisian. Kepalanya pun terbentur benda keras saat jauh pingsan dan berdarah.
Berita Terkait
-
Erupsi Anak Krakatau Batalkan 4 Penerbangan di Tanjungpinang, 469 Penumpang Terdampak
-
Usai 10 Jam Diperiksa Kasus Surat Tanah, Eks Pj Walkot Tanjungpinang Hasan Nginap di Penjara
-
Rapat Pleno Rekapitulasi Suara di KPU Tanjungpinang Ricuh, Ternyata Gara-gara Ini
-
Cara Kotor Den Yealta, Eks Kepala BP FTZ Tanjungpinang Diduga Terima Fulus Rp 4,4 M Dari Distibutor Rokok
-
Otak-otak Khas Tanjungpinang, Makanan Lezat Dibungkus Daun Kelapa
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen
-
Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin
-
Semangat Merah Putih di Asian Games 2026, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia
-
Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar