Setiap hari ada saja wisatawan mancanegara (wisman) yang datang. Entah itu warga negara Singa, atau pun dari negara lain yang masuk ke Indonesia dari sana. Apalagi saat akhir pekan. Pusat perbelanjaan, hotel, dan jalan-jalan penuh dengan turis.
Bahkan Manager Operasional PT Sinergy Tharada, pengelola Pelabuhan Internasional Batam Centre, Nika Astaga, pernah mencatat dalam satu hari masuk sekitar 18.000 orang dari Singapura.
"Kalau sekarang, jangan sebut. Kemarin saja hanya 64 orang," kata Nika.
Pelabuhan Internasional Batam Centre hanya satu dari sejumlah pelabuhan yang melayani pelayaran antarnegara, di antaranya Pelabuhan Internasional Sekupang yang juga tidak kalah ramai, Pelabuhan Harbour Bay, dan Pelabuhan Nongsa Pura.
Sebatas itu? Tidak. Karena sebagian nadi dari industri di Batam, berada di Singapura.
Banyak perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Batam berkantor pusat di Singapura, sehingga penutupan pelayaran sedikit banyak berpengaruh pada bisnis, meski industri masih tetap bisa berjalan.
Berkah
Di tengah kelesuan itu pemerintah dan pengusaha setempat berulang kali meminta dibukanya pintu antarnegara. Berkah itu datang, Pemerintah Indonesia dan Singapura menyepakati pengaturan koridor perjalanan (travel corridor arrangement/TCA) antarnegara.
Kedua negara sepakat terdapat dua pintu di Indonesia yaitu Bandara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Internasional Batam Centre.
Baca Juga: 18 Oktober: Positif Corona Indonesia Tambah 4.105 Jadi 361.867 Orang
"Ini adalah berkah. Blessing in disguise," kata Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum.
Padahal pengaturan koridor perjalanan itu sangat terbatas, hanya untuk perjalanan bisnis yang penting, perjalanan diplomatik, dan perjalanan kedinasan yang mendesak. Bukan untuk wisata, belanja, dan lainnya. Tapi kebijakan itu seperti sinar matahari yang masuk melalui lubang kecil dalam ruangan yang gelap. Secercah harapan.
Tidak heran apabila kemudian pemerintah daerah gegap gempita menyambut kebijakan itu.
Pjs Wali Kota dan Pjs Gubernur Kepri Bahtiar langsung meninjau kesiapan Pelabuhan Internasional Batam Centre menyambut tamu-tamu super penting.
"Kami dari provinsi menganggap ini peluang. Ekonomi wilayah ini ditopang arus manusia di kawasan," kata Bahtiar.
Menurut dia, ekonomi di wilayah Kepri sangat bergantung dari hubungan antarkawasan, baik dari Singapura, Malaysia, dan negara sekitarnya, karenanya pembukaan arus masuk dari Singapura ke Batam akan berdampak positif bagi ekonomi setempat.
Berita Terkait
-
Jaksa yang Tuntut Mati ABK Fandi Ramadhan Minta Maaf, Akui Jadi Bahan Evaluasi
-
Cara Baru Menikmati Deretan Supercar Eksotis di Jantung Kota Batam
-
Habiburokhman Bersyukur ABK Penyelundup 2 Ton Sabu Lolos dari Vonis Mati: Sesuai KUHP Baru
-
Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman Tanggapi Vonis 5 Tahun ABK Fandi Ramadhan
-
ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun Tak Jadi Dihukum Mati, Ini Kata Habiburokhman
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Negara Tetangga RI Mulai Alami Krisis BBM
-
Danantara Tunjuk Teman Seangkatan Menko AHY di SMA Taruna Nusantara jadi Bos PT Pos
-
Kronologi Kecelakaan Bus vs Minibus di Pekanbaru, Tewaskan Bocah Perempuan
-
Diduga Kurang Berhati-hati, Minibus Nyemplung di Bundaran HI Usai Tabrak Pembatas Jalan
-
Usai Lebaran, Para Bos Anak Usaha Astra Kompak Mundur
Terkini
-
Pria Hanyut Terseret Arus usai Terjun ke Laut dari Jembatan Barelang Batam
-
12 Tahun BRILink Agen Dari BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Desa, Sampai ke Nusa Tenggara Barat
-
Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026
-
BRI Hadirkan Posko Lebaran 2026, Pemudik Bisa Istirahat Gratis
-
Penumpang Mulai Padati Pelabuhan Batam, Pemudik Datang Naik 18 Persen