SuaraBatam.id - Ribuan pasien COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, dinyatakan sembuh.
Kepala RSKI Galang Kolonel Khairul Ihsan Nasution menyatakan sampai sekarang seluruh pasien yang telah dirawat di rumah sakit itu, sembuh.
"Alhamdulillah, berkat usaha pasien, dokter, dan doa, seluruh pasien yang pernah dirawat di RSKI Galang, sembuh," katanya saat dihubungi, Minggu siang.
Dokter Kin, demikian panggilan akrab Kolonel Khairul, mengatakan, tips sederhana agar pasien dapat sembuh yakni tidak boleh stres atau depresi dan melakukan olah raga ringan setiap pagi dan sore selama dua jam.
Kemudian pasien tersebut minum madu dua kali sehari sebanyak dua sendok makan, dan mengkonsumsi vitamin C1000 miligram sehari.
"Dokter, tenaga kesehatan dan perawat bersinergi merawat pasien secara maksimal, dengan memberi makanan bergizi dan obat-obatan yang dibutuhkan," katanya.
Sejak 6 April sampai sekarang, RSKI Galang telah merawat sebanyak 3.294 orang, yang terdiri dari 1.235 orang pasien terkonfirmasi COVID-19 dan 2059 orang suspek COVID-19.
Saat ini, kata dia jumlah pasien yang masih dirawat di RSKI Galang tinggal 197 orang.
"Mudah-mudahan seluruh pasien segera sembuh, dan dapat beraktivitas," ucapnya.
Baca Juga: Bupati Muarojambi Masnah Busro Positif Terpapar Covid-19
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan keberadaan RSKI Galang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Awalnya, RSKI Galang merawat para pekerja migran Indonesia.
Namun beberapa bulan lalu masyarakat lokal yang terinfeksi COVID-19 sudah dirawat di rumah sakit tersebut.
"Pemerintah Kepri memberi apresiasi yang tinggi kepada pemerintah pusat karena telah membangun RSKI Galang dengan teknologi kesehatan yang memadai, serta dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang berkualitas," ujarnya yang juga mantan Kadis Kesehatan Kepri. (Antara)
Berita Terkait
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
UMR Tinggi, Tapi Kenapa Hidup Tetap Terasa Berat? Catatan Perantau di Batam
-
Cerita Perantau di Batam: Gagal Makan Ayam Penyet, Ujung-ujungnya Mi Ayam Jadi Penyelamat
-
Puncak Arus Balik Lebaran Kawasan Belawan-Batam
-
Jaksa yang Tuntut Mati ABK Fandi Ramadhan Minta Maaf, Akui Jadi Bahan Evaluasi
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Polda Kepri Tetapkan Bripda AS Tersangka, Inilah Kronologi Tewasnya Polisi Muda
-
Transaksi Tebus Gadai Kini Bisa via Super Apps BRImo dari BRI, Cashback 10% Menanti
-
Kematian Polisi Junior di Kepri: Propam Periksa 8 Personel, Satu Anggota Tersangka
-
Polisi Muda di Kepri Meninggal Diduga Dianiaya Senior, Tubuh Penuh Luka Lebam
-
Pejabat Imigrasi Kepri dan Batam Dicopot Imbas Skandal Pungli