SuaraBatam.id - Demo mahasiswa di Tanjungpinang dibubarkan polisi. Demo itu terjadi di depan Kantor Kejari Tanjungpinang, Rabu (30/9/2020).
Mahasiswa yang berdemo menamakan diri Gerakan Mahasiswa Peduli Kepulauan Riau.
Aksi yang dilakukan para mahasiswa ber-almamater biru ini semakin memanas dan sempat terjadi dorong mendorong.
Namun karena situasi tak terkendali, mahasiswa itu pun dibubarkan pihak kepolisian.
Tak hanya itu, para mahasiswa berhamburan saat ingin diamankan pihak kepolisian karena diduga gerakan mereka tersebut tidak ada izin.
“Amankan mereka tidak ada izin,” Kata Kasatintelkam Polres Tanjungpinang AKP Buskardi.
Pantauan di lapangan, tampak para mahasiswa kocar kacir saat diamankan pihak kepolisian.
Mereka juga lansung dibawa ke Polres Tanjungpinang.
Sebelumnya para mahasiswa melakukan aksi untuk mempertanyakan kelanjutan proses penyidikan dugaan korupsi di BP2RD Tanjungpinang.
Mahasiswa yang mengenakan almamater warna biru ini mempertanyakan hasil penyelidikan dugaan korupsi pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Tanjungpinang.
Baca Juga: Viral Bubarkan Demo Mahasiswa UHO Pakai Helikopter, Mabes: Inisiatif Pilot
“Hingga setahun lamanya Kejari Tanjungpinang melakukan penyelidikan, namun tak kunjung ada kejelasan,” kata para Demonstran.
Para mahasiswa menuding Kejari Tanjungpinang lambat dalam penanganan dugaan korupsi itu. Mereka pun menilai Kejari lalai dan diduga ada indikasi lain terkait dugaan korupsi tersebut.
“Sudah lama kita menanti, tak kunjung ada tersangka. Untuk itu kami minta Kejari sampaikan kepada kami, publik mempertanyakan kasus ini,” ujar para mahasiswa.
Berita Terkait
-
Aliansi Mahasiswa Demo di DPR Tolak BoP dan Serukan Lawan Imperialisme, Ribuan Polisi Disiagakan
-
Demo Mahasiswa Jadi Berkah Ramadan, Pedagang Starling Raup Cuan 3 Kali Lipat
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Kecewa Tak Ditemui Kapolri, BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Ancam Gelar Aksi Lebih Besar
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
SPPG di Anambas Ditutup Imbas Ratusan Siswa Keracunan Makanan Gratis
-
Kompolnas Soroti Kasus Penganiayaan Sesama Polisi hingga Tewas di Polda Kepri
-
Sosok Bripda AS, Tersangka Penganiayaan Polisi Junior Polda Kepri hingga Tewas
-
Dividen BRI Tahun Buku 2025 Mencapai Rp52,1 Triliun, Pemegang Saham Nikmati Imbal Hasil Besar
-
Polda Kepri Tetapkan Bripda AS Tersangka, Inilah Kronologi Tewasnya Polisi Muda