SuaraBatam.id - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) memprediksi Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupatan Bintan) diguyur hujan selama sepekan ke depan.
Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Khalid mengatakan potensi hujan terjadi saat siang dan sore hari namun tidak menutup kemungkinan pada dini hari.
"Hujan lokal dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat," ujarnya, di Tanjungpinang, Rabu (23/9/2020).
ia juga menyampaikan, potensi hujan dipengaruhi terjadinya perlambatan masa udara, sehingga menyebabkan terjadinya gumpalan awan, yang kemudian dapat memicu terjadinya hujan.
"Apalagi Pulau Bintan ini merupakan daerah belokan angin, sehingga potensi hujan cukup besar terjadi," ungkapnya.
Ia menambahkan, untuk kondisi angin masih normal, yakni berkisar 5 sampai 30 kilometer per jam.
"Gelombang laut pun masih terpantau normal," sebutnya, melansir Antara.
Menurutnya, bahwa potensi hujan di wilayah Kepri pada umumnya diperkirakan terjadi hingga akhir 2020.
Khalid juga mengatakan, Kepri tidak terkecuali Pulau Bintan termasuk daerah nonmusim karena tidak memiliki batas yang jelas antara musim hujan dan kemarau.
Baca Juga: Masuk Musim Hujan, Ini Area Rumah yang Harus Diperhatikan
"Tiap bulan pasti ada hujan walau sedikit," ungkapnya.
Terlebih, lanjut Khalid, tahun ini curah hujan di Kepri lebih basah atau hari hujannya lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu, salah satu faktornya ialah perubahan iklim secara global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
5 Mobil Kecil Bekas Murah, Hemat Biaya Operasional buat Pemula
-
Realisasi Investasi Batam Capai Rp69 T di 2025, Singapura Jadi Sumber Utama
-
Ekspedisi Jakarta Batam Terpercaya & Efisien | Harddies Cargo
-
Beasiswa untuk 1.100 Mahasiswa 7 Kampus Negeri Ternama, Batam Jadi Tujuan Belajar
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen