SuaraBatam.id - Pemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mendapat bantuan dana tambahan insentif sebesar Rp 13 miliar lebih dari pemerintah pusat (pempus).
Insentif ini karena Pemkab Bangka dinilai berhasil dalam penanganan Covid-19.
"Dana bantuan insentif dari pemerintah pusat sebesar Rp 13 miliar lebih itu merupakan jumlah terbesar dibandingkan dengan tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," kata Bupati Bangka Mulkan di Sungailiat, Rabu (22/7/2020), dikutip dari Antara.
Mulkan mengatakan, bantuan yang sama juga diberikan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel.
Namun jumlahnya lebih rendah dibandingkan yang diterima Pemkab Bangka.
"Pemerintah Provinsi Bangka Belitung mendapat dana tambahan insentif sekitar Rp 11 miliar lebih, Bangka Barat Rp 12 miliar dan Kabupaten Belitung Rp 12 miliar lebih," paparnya.
Dia mengatakan, dana tambahan insentif yang diterimanya itu akan dialokasikan untuk memperkuat perekonomian masyarakat yang terdampak Covid-19.
"Dana insentif daerah Kabupaten Bangka yang digeser untuk penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 sebanyak Rp 38 miliar lebih yang direalisasikan untuk kegiatan kategori pelayanan dasar publik di bidang kesehatan," ujarnya pula.
Pergeseran dana insentif daerah berdasarkan Permendagri Nomor 440/2436/SJ tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangka tanggal 17 Maret, Peraturan Menteri Keuangan No. 19/PMK.07/2020 tentang Penyaluran Dan Penggunaan Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dan Dana Insentif Daerah 2020.
Baca Juga: Alhamdulillah! Pasien NN Sembuh, Bangka Kembali ke Zona Hijau
Tercatat sampai dengan Rabu (22/7/2020), jumlah pasien Covid-19 di Bangka sebanyak 59 orang, dan dinyatakan sudah sembuh semua.
"Saya minta masyarakat tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, agar Kabupaten Bangka dengan kategori zona hijau dapat dipertahankan selamanya," katanya pula.
Berita Terkait
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Klub Main Bareng: Tempat Nongkrong Anti-Kaku bagi Para Pencinta Kreativitas di Bangka
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Heboh Pasangan Bermesraan di Kawasan Wisata Batam, Cuek Meski Diteriaki
-
Worth It Upgrade ke Galaxy S26 Ultra? Ini Bedanya dengan S25 Series
-
Rumah Markas Judol di Tanjungpinang Digerebek, Tangkap CS Bergaji Rp5 Juta
-
Kekayaan Iman Sutiawan, Ketua DPRD Kepri yang Pamer Naik Moge Tak Pakai Helm
-
Pemprov Kepri Rencana Bikin Lintasan Kapal Feri Rute Tanjungpinang-Batam