Kemudian jembatan tersebut ambruk pada Minggu malam, hanya empat hari setelah dibuka kembali untuk umum.
Sedikitnya 47 anak-anak, beberapa wanita dan orang tua termasuk di antara yang tewas, menurut para pejabat.
3. Jembatan Kelebihan Beban
Saat kejadian, hampir 500 orang berada di jembatan itu. Padahal, struktur berusia 150 tahun itu hanya mampu menahan beban sekitar 125 orang.
Baca Juga:135 Orang Tewas dalam Insiden Jembatan Ambruk di India
4. Dibuka untuk Umum Lebih Cepat
Jembatan ini dibuka untuk umum lebih cepat dari jadwal seharusnya, yakni lima bulan lagi, menurut sebuah dokumen.
Grup Oreva, perusahaan yang merenovasi jembatan, tidak mengambil sertifikat kebugaran dari otoritas sipil sebelum membuka jembatan, yang dikonfirmasi oleh kepala badan kota Morbi Sandipsinh Zala kepada NDTV pada hari Minggu.
5. Penutupan Jembatan Tidak Dipatuhi
Perusahaan terikat oleh kontraknya untuk menutup jembatan setidaknya selama delapan hingga 12 bulan untuk pemeliharaan dan perbaikan.
Baca Juga:Jembatan Gujarat India, Peninggalan Penjajah Berujung Tragedi Kematian Bersejarah
"Itu adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab dan ceroboh untuk membuka jembatan minggu lalu," kata polisi dalam sebuah FIR.