Bea Cukai Razia di Warung-warung Karimun, Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal

Operasi Gempur dilaksanakan oleh tim dari Bea Cukai Karimun dan Bea Cukai Kanwilsus Kepri, di wilayah Pulau Kundur.

Eliza Gusmeri
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 17:30 WIB
Bea Cukai Razia di Warung-warung Karimun, Sita Puluhan Ribu Batang Rokok Ilegal
Ilustrasi rokok. [Shutterstock]

SuaraBatam.id - Bea Cukai Karimun merazia warung-warung rokok ilegal di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Operasi Gempur dilaksanakan oleh tim dari Bea Cukai Karimun dan Bea Cukai Kanwilsus Kepri, di wilayah Pulau Kundur.

Melansir Batamnews--jaringan suara.com, dalam operasi tiu petugas berhasil mengamankan rokok ilegal sejumlah 16.696 batang dan MMEA ilegal sejumlah 115,44 liter dengan perkiraan nilai barang Rp 25.482.640 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 11.964.500.

Razia ini serentak dilaksanakan di Indonesia sebagai pencegahan rokok ilegal yang merugikan negara.

Baca Juga:Tingkatkan Pengawasan di Perbatasan, Bea Cukai Jalin Kolaborasi dengan Singapore Police Coast Guard

"Berdasarkan temuan, rokok polos menjadi modus yang paling sering ditemukan di wilayah Kabupaten Karimun," kata Humas Bea Cukai Karimun, Winarto, Sabtu (1/10/2022), dilansir dari Batamnews--jaringan suara.com.

Dalam kegiatan, Tim Satgas Bea Cukai Karimun dan Bea Cukai Kanwilsus Kepulauan Riau juga memberikan pemahaman pada para penjual.

Adapun ciri-ciri rokok ilegal yaitu rokok dengan pita cukai palsu, rokok dengan pita cukai berbeda, rokok dengan pita cukai bekas, serta rokok polos atau tanpa pita cukai.

Sementara itu, ada beberapa alasan para pedagang masih menjual rokol ilegal tersebut. Salah satunya yakni keuntungan yang lumayan besar dan permintaan dari masyarakat yang masih tinggi.

Harga rokok ilegal yang murah dikarenakan tidak adanya cukai sebagai pungutan negara yang diberikan kepada barang kena cukai tersebut, sehingga pihak produsen tidak memberikan kontribusi kepada negara dan merugikan produsen yang telah mengikuti aturan sesuai undang-undang yang berlaku.

Baca Juga:Bea Cukai Minta Masyarakat Waspada Penipuan Saat Belanja Online

Ke depannya, dengan kegiatan Operasi Gempur Rokok legal diharapkan peredaran rokok ilegal berkurang dan bisa berhenti diperjualbelikan agar tidak terdapat pihak-pihak yang dirugikan.

News

Terkini

Maka itu, penting sekali gawai terus menyala selama jam-jam produktif.

Lifestyle | 18:22 WIB

balita berjenis kelamin laki-laki, korban kecelakaan kapal kayu di Perairan Kabil, Kota Batam

News | 08:40 WIB

Daniel Mananta dikabarkan telah memeluk agama Islam atau mualaf. Hal ini menjadi heboh lantaran Daniel dekat dan mendengarkan pengajian Ustaz Abdul Somad (UAS).

News | 17:15 WIB

Warga Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, dihimbau untuk meramaikan kegiatan seminar untuk meningkatkan literasi digital.

News | 15:54 WIB

Kematian seorang prajurit TNI di Jayapura dibenarkan Komandan Korem 172/PWY Brigadir Jenderal TNI JO Sembiring.

News | 15:28 WIB

Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, telah melaksanakan program pendidikan gratis hingga SMA.

News | 14:30 WIB

Mega bintang Lionel Messi tak mau menjagokan negaranya Argentina menjadi kampiun Piala Dunia 2022. Dia justru menyebut beberapa negara lain yang akan menjadi juara.

News | 11:25 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diyakini bersedia jika dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

News | 09:31 WIB

Penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas literasi digital yang mumpuni.

News | 16:35 WIB

F mengaku telah tinggal di hotel tersebut selama dua tahun. Selama itu pula ia menjajakan diri kepada pria hidung belang.

News | 15:52 WIB

Polisi yang mendapat laporan turun ke lokasi.

News | 15:25 WIB

senjata api itu ditemukan di dalam ransel bersama narkoba jenis ganja dan sabu.

News | 13:00 WIB

Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez meminta Presiden China Xi Jinping agar menggunakan pengaruhnya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

News | 10:10 WIB

Gaya pacaran penyanyi Rizky Febian dan Mahalini Raharja selalu mencuri perhatian netizen.

Lifestyle | 09:36 WIB

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen batal menghadiri hari pertama konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali. Hal itu lantaran dia dinyatakan positif Covid-19.

News | 14:37 WIB
Tampilkan lebih banyak