Jaksa Agung Sebut Perkara Ferdy Sambo Biasa tapi Siapkan 30 Jaksa untuk Tangani Kasus

Pada kesempatan yang sama Burhanudin juga menyatakan bahwa perkara pembunuhan Brigadir J ini hanyalah perkara biasa.

Eliza Gusmeri
Kamis, 29 September 2022 | 11:21 WIB
Jaksa Agung Sebut Perkara Ferdy Sambo Biasa tapi Siapkan 30 Jaksa untuk Tangani Kasus
Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

SuaraBatam.id - Setelah perkara pembunuhan dan obstruction of justice kasus Brigadir J lengkap, Kejaksaan Agung (Kejagung) akan mempersiapkan upaya hukum lanjutan untuk menjerat Ferdy Sambo dan para tersangka lainnya.

Melansir hops.id, pernyataan Jaksa Agung, ST Burhanuddin, menyebut pihaknya telah mempersiapkan 30 orang jaksa untuk menangani perkara kasus pembunuhan yang dilakukan oleh mantan Kadiv Propam Polri tersebut.

"Kita persiapan sudah matang. Kita sudah siapkan 30 jaksa untuk kasus ini," ujar Burhanuddin sebagaimana di kutip Hops.ID dari PMJnews pada Kamis, 29 September 2022.

Pada kesempatan yang sama Burhanudin juga menyatakan bahwa perkara pembunuhan Brigadir J ini hanyalah perkara biasa.

Baca Juga:Febri Diansyah Bisa Apa Buat Bela Putri Candrawathi?

Menurutnya yang membedakan dengan perkara pembunuhan lain hanyalah pelakunya hingga menjadi sorotan bagi masyarakat.

"Perkara ini biasa saja. Tidak ada yang spesifik. Cuma bedanya hanya pelakunya. Akhirnya menjadi hal yang spesial dan menjadi sorotan masyarakat. Kasusnya sendiri ini hal biasa, tapi kami (sudah) siap," ungkapnya.

Lebih lanjut Burhanuddin menjelaskan, bahwa dua berkas perkara tindak pidana yang menjerat Ferdy Sambo ada kemungkinan untuk digabungkan menjadi satu dakwaan.

"Memungkinkan dalam KUHAP. Kita mengarah ke situ. Yang jelas, kita sudah siapkan untuk kasus perkara F,” ucapnya.

Sementara itu Fadil Zumhana, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, mengatakan dengan status P21 ini, Ferdy Sambo dan para tersangka lainnya akan segera menjalani persidangan.

Baca Juga:Mengaku Cucu PKI, Rispo Sentil G30S dan Ferdy Sambo di Somasi? Rispo: Sekarang Jenderal yang Bunuh Orang

"Persyaratan formil dan materiil telah terpenuhi sebagaimana ditentukan di dalam KUHAP. Penyidik menyerahkan ke jaksa untuk disidangkan," ujar Fadil Zumhana.***

News

Terkini

Maka itu, penting sekali gawai terus menyala selama jam-jam produktif.

Lifestyle | 18:22 WIB

balita berjenis kelamin laki-laki, korban kecelakaan kapal kayu di Perairan Kabil, Kota Batam

News | 08:40 WIB

Daniel Mananta dikabarkan telah memeluk agama Islam atau mualaf. Hal ini menjadi heboh lantaran Daniel dekat dan mendengarkan pengajian Ustaz Abdul Somad (UAS).

News | 17:15 WIB

Warga Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, dihimbau untuk meramaikan kegiatan seminar untuk meningkatkan literasi digital.

News | 15:54 WIB

Kematian seorang prajurit TNI di Jayapura dibenarkan Komandan Korem 172/PWY Brigadir Jenderal TNI JO Sembiring.

News | 15:28 WIB

Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, telah melaksanakan program pendidikan gratis hingga SMA.

News | 14:30 WIB

Mega bintang Lionel Messi tak mau menjagokan negaranya Argentina menjadi kampiun Piala Dunia 2022. Dia justru menyebut beberapa negara lain yang akan menjadi juara.

News | 11:25 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diyakini bersedia jika dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

News | 09:31 WIB

Penggunaan teknologi perlu diimbangi dengan peningkatan kapasitas literasi digital yang mumpuni.

News | 16:35 WIB

F mengaku telah tinggal di hotel tersebut selama dua tahun. Selama itu pula ia menjajakan diri kepada pria hidung belang.

News | 15:52 WIB

Polisi yang mendapat laporan turun ke lokasi.

News | 15:25 WIB

senjata api itu ditemukan di dalam ransel bersama narkoba jenis ganja dan sabu.

News | 13:00 WIB

Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez meminta Presiden China Xi Jinping agar menggunakan pengaruhnya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

News | 10:10 WIB

Gaya pacaran penyanyi Rizky Febian dan Mahalini Raharja selalu mencuri perhatian netizen.

Lifestyle | 09:36 WIB

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen batal menghadiri hari pertama konferensi tingkat tinggi (KTT) G20 di Bali. Hal itu lantaran dia dinyatakan positif Covid-19.

News | 14:37 WIB
Tampilkan lebih banyak