facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cegah PMK, Pemkot Tanjungpinang Sarankan Hewan Kurban Disemprot Disinfektan

Eko Faizin Minggu, 03 Juli 2022 | 21:52 WIB

Cegah PMK, Pemkot Tanjungpinang Sarankan Hewan Kurban Disemprot Disinfektan
Ilustrasi sapi-sapi suspek PMK. [Suara.com/Bob Bimantara Leander]

Ia menyebut cairan disinfektan ini bisa dibuat sendiri dengan menggunakan pemutih pakaian yang dicampurkan dengan air.

SuaraBatam.id - Beberapa hari lagi, umat Islam akan melaksanakan ibadah kurban di hari raya Idul Adha tahun ini.

Namun, momen kurban tahun ini bertepatan dengan merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak, tak terkecuali di Tanjungpinang.

Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Tanjungpinang mengimbau peternak, pedagang, dan dewan kemakmuran masjid (DKM) melakukan penyemprotan disinfektan terhadap hewan kurban.

"Sampai saat ini Tanjungpinang masih bersih dari PMK, tapi untuk antisipasi, saya imbau lakukan penyemprotan disinfektan terhadap hewan kurban," kata Kepala DP3 Tanjungpinang Yoni Fadri dikutip dari Antara, Minggu (3/7/2022).

Ia menyebut cairan disinfektan ini bisa dibuat sendiri dengan menggunakan pemutih pakaian yang dicampurkan dengan air. Caranya dengan perbandingan 27 mililiter pemutih pakaian dan air 1 liter air.

"Kemarin DP3 bersama BPBD juga sudah melakukan penyemprotan ke kandang-kandang peternak," jelas dia.

Untuk mencegah PMK menjelang hari raya Idul Adha tahun ini, pihaknya melakukan dua tahap pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban.

Pertama, pemeriksaan dilakukan di kandang dan di pasar hewan ternak. Pemeriksaan kedua dilaksanakan tepat pada hari raya kurban di masjid-masjid dan tempat pemotongan sapi kurban untuk pemeriksaan antemortem sebelum penyembelihan dan postmortem setelah disembelih.

"Pada hari H nanti, tim dokter DP3 akan turun bersama tim dokter dari badan karantina dan juga Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DP3 Wan Tin Diarni menyampaikan dari data yang tercatat, jumlah hewan kurban yang sudah terjual mencapai 78 persen dan sapi yang belum terjual masih tersisa 22 persen.

Komentar

Berita Terkait