facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Arifin Tasrif Sebut Harga Pertamax dan Pertalite Seharusnya Dijual Rp30 Ribu Per Liter

Eliza Gusmeri Selasa, 28 Juni 2022 | 11:50 WIB

Arifin Tasrif Sebut Harga Pertamax dan Pertalite Seharusnya Dijual Rp30 Ribu Per Liter
Ilustrasi pengisian bahan bakar [Suara.com/Alfian Winanto]

Ia mengungkapkan jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan Ron 90 (sejenis Pertalite) dan 92 (sejenis Pertamax) seharusnya dijual dengan harga mencapai Rp30 ribu/liter.

SuaraBatam.id - Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif berpendapat jika harga jual Pertalite dan Pertamax dengan harga mencapai Rp30 ribu/liter sesuai dengan tren harga minyak global yang mengalami kenaikan sebesar US$100/barrel.

Ia mengungkapkan jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan Ron 90 (sejenis Pertalite) dan 92 (sejenis Pertamax) seharusnya dijual dengan harga mencapai Rp30 ribu/liter.

"Sekarang ini harga minyak dunia sudah di atas USD100 hingga USD120 per barel. Harga keekonomian BBM RON 90 maupun RON 92, rata-rata di atas Rp30 ribu," kata Arifin Tasrif pada Senin, 27 Juni 2022 yang dilansir dari suara.com.

Diketahui jika kenaikan harga minyak global mencapai US$100/barrel karena gejolak perang antara Ukraina dan Rusia.

Baca Juga: Komentar Warganet soal Aturan Beli BBM Pakai Aplikasi: Kalau Ada yang Ribet, Kenapa Cari yang Mudah

Arifin mengatakan jika harga minyak dunia kemungkinan akan turun akhir tahun 2022 atau bisa lebih lama lagi tergantung situasi terkini dari Ukraina dan Rusia.

"Kita harus antisipasi ini karena situasi krisis energi tidak bisa diramalkan selesai tahun ini atau lebih lama lagi," ujar Arifin.

Harga jual Pertalite dan Pertamax kini bisa dijangkau oleh masyarakat karena harga jualnya yang masih dipasok dengan subsidi Pemerintah.

Arifin menyarankan kepada masyarakat untuk lebih bijak menggunakan BBM agar subsidi dari Pemerintah tidak membengkak.

Makanya, kita perlu mengingatkan ke masyarakat agar menggunakan BBM seefisien mungkin. Ini berdampak pada (membengkaknya) alokasi subsidi," ucap Arifin

Baca Juga: Cara Daftar MyPertamina untuk Beli Solar dan Pertalite Mulai 1 Juli 2022

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait