facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dokter: Penderita Asam Lambung Tak Dianjurkan Tidur Setelah Sahur, Akibatnya Bisa Begini

Eliza Gusmeri Selasa, 26 April 2022 | 04:45 WIB

Dokter: Penderita Asam Lambung Tak Dianjurkan Tidur Setelah Sahur, Akibatnya Bisa Begini
Ilustrasi asam lambung. [unplash]

Penyakit asam lambung terjadi karena naiknya asam lambung menuju esofagus atau kerongkongan. Kondisi ini terjadi pada saluran pencernaan yang menghubungkan mulut.

SuaraBatam.id - Tidur saat sahur memang sulit untuk dihindarkan. Untuk penderita penyakit tertentu seperti asam lambung, tidur setelah sahur sebaiknya dihindari. Mengapa demikian?

Penyakit asam lambung terjadi karena naiknya asam lambung menuju esofagus atau kerongkongan. Kondisi ini terjadi pada saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung mengalami iritasi.

Melansir dari herstory, ahli bedah orthoraks di University of Michigan Prof Mark B Orringer enggak menganjurkan kebiasaan tidur setelah makan.

Kebiasaan tidur setelah makan dapat berpotensi memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Hal ini biasanya disebabkan oleh katup antara kerongkongan dan lambung enggak berfungsi dengan baik.

Baca Juga: Penumpang Ferry di Tanjunguban Antre sampai 3 Jam, ASDP Batam Ungkap Alasannya

Selain itu, kebiasaan tidur dengan posisi berbaring bisa menyebabkan gaya gravitasi enggak bisa membantu turunnya asam lambung.

Pada saat tidur, jumlah air liur yangg berfungsi menetralkan asam lambung juga enggak bisa terproduksi dengan baik.

Kombinasi beberapa alasan tersebut memicu munculnya asam lambung ketika seseorang memiliki kebiasaan tidur setelah makan sahur.

Namun, tidur setelah makan sahur enggak hanya berbahaya bagi penderita asam lambung, tapi juga berdampak buruk bagi kesehatan.

Untuk itu, kamu disarankan melakukan berbagai aktivitas setelah makan sahur supaya enggak langsung mengantuk dan tidur.

Baca Juga: Empat Desa Wisata di Kepri Lolos Kompetisi ADWI, Termasuk Kampung Tua Bakau Serip Batam

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait