facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

5 Cara Diet Pilihan untuk Perempuan Menopause

Eliza Gusmeri Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB

5 Cara Diet Pilihan untuk Perempuan Menopause
Ilustrasi makanan vegan (Elements Envato)

Untuk perempuan yang bermasalah dengan berat badan pada masa menopause, ada beberapa cara diet yang bisa dilakukan.

SuaraBatam.id - Memasuki masa menopause, metabolisme perempuan melambat dan berdampak pada bertambahnya berat badan.

Untuk perempuan yang bermasalah dengan berat badan pada masa menopause, ada beberapa cara diet yang bisa dilakukan.

Dilansir dari herstory, diet yang disarankan bagi perempuan ada 5 cara, berikut bocorannya.

1. Diet Mediterania
Metode diet ini dilakukan dengan banyak mengonsumsi ikan, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan minyak zaitun.

Baca Juga: Kenali 5 Tanda Menopause, Salah Satunya Sulit Tidur

Mengonsumsi daging hanyalah seminggu sekali, sepertiga dari diet ini terdiri dari lemak, namun rendah lemak jening tidak lebih dari 8 persen dari total kalori harian.

Berdasarkan penelitian, diet ini bisa membuat pelakunya panjang umur, karena bisa mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung, dan mempertahankan berat badan yang sehat.


2. Diet DASH
Diet ini bertujuan menurunkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Mengingat saat menopause risiko sakit jantung dan tekanan darah tinggi meningkat drastis.

Pola makan dalam diet ini yaitu makanan yang tinggi kalsium, kalium dan magnesium yang terkenal baik untuk menekan hipertensi. Contoh makanannya seperti sayuran, buah, susu rendah lemak, biji-bijian, kacang-kacangan ikan hingga unggas.

3. Diet Paleo
Diet ini adalah metode tinggi protein, namun rendah karbohidrat. Sehingga fokus makanan yang dikonsumsi adalah telur, sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan daging.

Baca Juga: Catat, Ini Daftar Pemeriksaan Kesehatan Wajib untuk Perempuan Menopause

Metode diet ini didasarkan oleh pendapat ahli, yang berpendapat jika makanan rendah karbohidrat bisa mencegah diabetes atau resistensi insulin di usia 50 tahun ke atas.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait