facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual pada Anak di Batam Dalam Lidik, Polisi: Belum Cukup Bukti

Eliza Gusmeri Selasa, 09 November 2021 | 08:54 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual pada Anak di Batam Dalam Lidik, Polisi: Belum Cukup Bukti
Ilustrasi pelecehan seksual. (Shutterstock)

Kapolsek Bengkong, AKP Bob Ferizal menyebutkan kasus dugaan pelecehan tersebut ditangani dengan SOP yang berlaku di Kepolisian.

"Setelah dibawa pulang oleh orang tua korban. Korban selama dua hari berturut-turut berada dalam pengawasan orang tuanya. Namun pada tanggal 21 November 2020, korban mengaku sakit pada bagian kemaluan," jelasnya.

Mendapati hal itu, orang tua korban kemudian membawa korban untuk melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa ditemukan luka lecet di bagian luar kemaluan korban.

Mendapati hasil tersebut, orang tua korban kemudian melaporkan dugaan pelecehan tersebut ke Polsek Bengkong pada tanggal 26 November 2020.

Baca Juga: Perempuan Ini Curhat di Medsos, Kasus Pelecehan Seksual Anak Tak Diproses Polisi Batam

"Korban saat melapor berumur kurang lebih 1,8 tahun dan saat ditanyakan orang tuanya ia menyebutkan nama terduga pelaku. Yang tidak lain adalah anak dari Nidia Delina Nababan," jelasnya.

Bob menjelaskan akhirnya usai menerima laporan langsung melakukan penyelidikan.

Pihaknya juga mengakui telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi-saksi.

Berdasarkan keterangan korban, Kepolisian memastikan hasil laporan di mana terduga pelaku yang dianggap melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebut tidak berada di lokasi kejadian.

"Setelah kita periksa, terduga pelaku saat itu tidak berada di rumah. Terduga pelaku sedang berada di warnet dan hal itu sudah kita pastikan kepada kakak pelapor dalam hal ini pemilik akun Facebook Nidia Delina Nababan. Serta anaknya yang lain, dan terduga pelaku juga diketahui tidak terlihat di area rumah," terangnya.

Kapolsek Bengkong itu menjelaskan bahwa pihaknya, juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang bersama terduga pelaku di warnet dan semuanya membenarkan bersama terduga pelaku di warnet.

Baca Juga: FSPMI Batam Minta Pemerintah Naikkan UMK 2022 Sampai 10 Persen

"Terduga pelaku dari pukul 17:30 hingga pukul 23:00 WIB tidak bertemu dengan korban. Itu hasil penyelidikan kami berdasarkan keterangan dan fakta yang kami dapatkan," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait