Tak Terdeteksi, Peneliti Sebut Virus Covid-19 Tidak Berasal dari Wuhan

Para peneliti mencoba kembali menelaah dan menemukan asal-usul virus corona.

Eliza Gusmeri
Selasa, 05 Oktober 2021 | 13:57 WIB
Tak Terdeteksi, Peneliti Sebut Virus Covid-19 Tidak Berasal dari Wuhan
Ilustrasi Virus Corona varian Mu [Foto: Antara]

SuaraBatam.id - Sekelompok peneliti meragukan bahwa virus penyebab COVID-19, pertama kali terdeteksi di Wuhan, China, pada Desember 2019 memang berasal dari negara tersebut.

Para peneliti mencoba kembali menelaah dan menemukan asal-usul virus corona.

Salah satu alasan SARS-CoV-2 sangat menular adalah daerah pada protein lonjakannya yang memberinya kemampuan untuk mengikat reseptor yang ada di permukaan banyak sel manusia yang disebut ACE2.

Dalam sebuah makalah yang dikirimkan ke Nature, para peneliti dari Institut Pasteur di Paris, Prancis, dan dari Laos kini telah melaporkan menemukan virus dengan domain pengikatan reseptor yang sangat mirip dengan yang ditemukan pada SARS-CoV-2 pada kelelawar gua di Laos Utara.

Baca Juga:Terdengar Suara Aneh, Pesawat Wings Air rute Batam - Anambas Gagal Terbang

Para peneliti mengambil sampel darah, air liur, feses dubur, dan urin dari 645 kelelawar dari 46 spesies berbeda yang ditemukan di gua batu kapur di Laos Utara, yang dekat dengan perbatasan China Barat Daya.

Mereka menemukan tiga jenis virus terpisah dalam tiga spesies kelelawar Rhinolophus yang berbeda, umumnya dikenal sebagai kelelawar tapal kuda.

Sekuensing RNA mengungkapkan bahwa virus-virus ini lebih dari 95% identik dengan SARS-CoV-2, dan satu, virus terdekat dengan SARS-CoV-2 yang ditemukan sejauh ini, adalah 96,8% serupa.

Eksperimen lebih lanjut menunjukkan bahwa domain pengikatan reseptor dari virus memiliki afinitas tinggi untuk reseptor ACE2 manusia.

Ini sebanding dengan afinitas strain SARS-CoV-2 yang ditemukan para ilmuwan pada awal pandemi, menunjukkan bahwa virus ini dapat menginfeksi manusia secara langsung.

Baca Juga:Pembangunan Jembatan Batam-Bintan Dapat Dukungan DPR, Proyek Dimulai Tahun 2022

Tahun lalu, para ilmuwan mendeteksi virus serupa di Yunnan, di China Barat Daya. Itu 96,1 persen mirip dengan SARS-CoV-2, yang berarti makalah ini menggambarkan virus terdekat yang terdeteksi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini