Akun Taliban Bebas Cuit di Twitter, Donald Trump: Diktator dan Negara Mengerikan

"Ini memalukan ketika Anda berpikir bahwa Anda memiliki pembunuh, perampok dan diktator dan mengerikan. Beberapa diktator dan negara yang mengerikan," kata Trump.

M Nurhadi
Jum'at, 20 Agustus 2021 | 14:22 WIB
Akun Taliban Bebas Cuit di Twitter, Donald Trump: Diktator dan Negara Mengerikan
Donald Trump saat meninggalkan Gedung Putih untuk terakhir kalinya. (AFP/Mandel Ngan)

SuaraBatam.id - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memprotes Twitter dan menyebutnya memiliki standar ganda dalam menerapkan aturan. 

Hal itu disampaikan usai adanya akun yang diduga berafiliasi pada kelompok Taliban namun sama sekali tidak dilarang. Sementara akun miliknya hingga kini masih dilarang oleh Twitter.

Untuk diketahui, Trump diblokir dari Twitter usai dituduh jadi penyebab kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari lalu. Ia diduga menghasut pendukungnya untuk melakukan kekerasan.

Trump juga terus mengklaim bahwa dia memenangkan Pemilu AS 2020, meskipun tidak menunjukkan bukti, yang selanjutnya memicu keraguan dalam sistem pemilihan Amerika.

Baca Juga:Taliban Sambut China yang Bakal Bangun Kembali Afghanistan

"Ini memalukan ketika Anda berpikir bahwa Anda memiliki pembunuh, perampok dan diktator dan mengerikan. Beberapa diktator dan negara yang mengerikan, dan mereka semua kecuali presiden Amerika Serikat, yang memiliki ratusan juta orang pengikut," kata Trump kepada saluran berita AS Newsmax via Batamnews.

Dalam dua pekan terakhir, Taliban berhasil menguasai Afghanistan dan mulai membentuk pemerintahan baru usai presiden memilih meninggalkan negaranya.

Mereka telah memposting pembaruan di Twitter dan pertanyaan telah diajukan tentang apakah akun mereka harus tetap terlihat oleh publik.

Seorang juru bicara Twitter mengatakan mereka akan dapat terus memposting selama mereka tidak 'mengagungkan kekerasan'.

"Situasi di Afghanistan berkembang pesat, dan kami menyaksikan orang-orang di negara itu menggunakan Twitter untuk mencari bantuan dan bantuan," kata dia.

Baca Juga:Taliban Duduki Afghanistan, Bagaimana Nasib Bocah Berkaus Kantong Plastik Messi?

"Prioritas utama Twitter adalah menjaga orang tetap aman, dan kami tetap waspada. Kami akan terus secara proaktif menegakkan aturan kami dan meninjau konten yang mungkin melanggar Aturan Twitter, khususnya kebijakan terhadap pemuliaan kekerasan dan manipulasi platform dan spam," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini