facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sayangkan Sedikit Warga Israel Tewas, Reporter Televisi Langsung Dipecat

M Nurhadi Jum'at, 21 Mei 2021 | 19:04 WIB

Sayangkan Sedikit Warga Israel Tewas, Reporter Televisi Langsung Dipecat
Penampakan ledakan akibat roket yang ditembakan oleh pasukan Israel ke Jalur Gaza [Foto:AFP]

"Sayang sekali tidak membunuh banyak orang di sana", ujar Kobi Finkler.

SuaraBatam.id - Seorang pembawa berita Israel dipecat dari tempatnya bekerja usai turut mengekspresikan kekecewaan lantaran tidak adanya korban meninggal dunia akibat roket yang dilepaskan ke Israel.

Roket yang dimaksud yakni membahas yang sebelumnya diluncurkan dari Lebanon, namun tak membunuh banyak warga Israel.

"Sayang sekali tidak membunuh banyak orang di sana", ujar Kepala Koresponden Militer Channel 20 sekaligus komentator militer, Kobi Finkler.

Melansir dari media The New Arab, roket itu menerjang sebuah lapangan sepak bola di kota Shefa Amr dekat Haifa.

Baca Juga: Daftar Negara yang Mengakui Palestina, Ada Lebih dari 100 Negara

Usai menyadari kesalahannya, Finkler lantas mengklarifikasinya dan menyebut dirinya salah bicara.

"Setelah 10 hari pelaporan, saya melihat orang Arab bertepuk tangan atas peluncuran roket dari Lebanon dan kemudian saya salah bicara. Alih-alih (maksud saya) mengatakan rudal itu bisa mengakibatkan banyak korban," ujar reporter yang belakangan diketahui mendukung PM Netanyahu.

Meski jaringan setempat memaafkannya, namun ia tetap dipecat. Anggota Knesset, parlemen Israel, warga Palestina-Israel, Ahmad Tibi mengutuk keras pernyataan Finkler.

Ia lantas menanyakan, bagaimana nasib seorang jurnalis Palestina yang bekerja di media Israel lantas mengatakan hal serupa tentang orang Yahudi.

Sejumlah anggota perlemen lainnya juga mengecam Channel 20 atas laporan tersebut, salah satunya MK Mossi Raz, yang menuntut Finkler dipecat dari posisinya.

Baca Juga: Peserta Aksi Dukung Palestina di Semarang Terkena 'Tendangan' Saat Salat!

Walikota Shefa Amr pun meminta saluran tersebut untuk merilis pernyataan resmi berisi permohonan maaf atas komentar Finkler.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait