alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Yahya Waloni Tak Terima Disebut Kasar, Publik Pertanyakan Saat Jadi Pendeta

M Nurhadi Senin, 12 April 2021 | 09:15 WIB

Yahya Waloni Tak Terima Disebut Kasar, Publik Pertanyakan Saat Jadi Pendeta
Tangkapan Pendakwah Yahya Waloni. [YouTube/An-Najah T]

Berarti tidak beres ini. Jadi, anda ini kayaknya dari pendeta sudah suka maki-maki sampai jadi ustaz kebawaan, ujar salah seorang warga.

SuaraBatam.id - Sebuah rekaman percakapan yang diduga berasal dari Ustaz Yahya Waloni dengan pendeta Esra viral di media sosial. Meski belum diketahui kebenarannya, saat ini rekaman tersebut sudah tersebar.

Rekaman tersebut juga diunggah ulang oleh kanal YouTube Joe Shine dengan judul ‘Bocor ke Publik! Percakapan Pdt Esra dan Yahya Waloni Buktikan Bahwa Waloni Bukan Ustad’.

Dalam tayangan percakapan tersebut, awalnya Pendeta Esra tampak membuka percakapan dengan sambungan telepon dan mengucapkan salam khas Muslim, yakni “Assalamualaikum”.

Tak menjawab langsung salam tersebut, diduga penceramah Yahya Waloni justru menanyakan balik identitas si penelpon.

Baca Juga: Kocak! Aksi Wisudawan Gantian Menyamar Jadi Ortu Teman, Bikin Sakit Perut

“Siapa, nih?” tanya Yahya Waloni, melansir Hops.id (jaringan Suara.com).

Belakangan diketahui, dalam video berdurasi 14 menit tersebut keduanya membahas seseorang bernama Yusuf hingga kabar Yahya Waloni yang menantang pendeta untuk debat.

Yahya Waloni tiba-tiba terpancing emosinya perihal perkara pria bernama Yusuf hingga mengatakan kata-kata dengan nada tinggi yang membuat lawan bicaranya cukup kaget.

Mendapat perlakuan seperti itu, Pendeta Esra lantas mempertanyakan sifat Yahya yang notabene penceramah namun kasar. Hingga akhirnya percakapan itu berujung membahas perihal kesiapan Yahya Waloni yang menantang untuk debat.

“Kapan, kapan, kapan, kapan, kapan?! Tangga berapa, hah?!” tantang Yahya Waloni.

Baca Juga: Viral Emak-Emak Pengajian Menggila Ketemu 'Jaehyun NCT', Rebutan Minta Foto

“Nanti diatur, yang penting Bapak setuju, tapi jangan pakai maki-maki. Jadi, kalau ustad jengkel boleh maki cuk*mai? Jadi, kebiasaan ustaz itu maki-maki?” jawab Pendeta Esra mengingatkan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait