alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pakar Sebut Prediksi Gempa Magnitudo 8,9 di Sumbar Bukan Hal Baru

Dythia Novianty Rabu, 18 November 2020 | 07:12 WIB

Pakar Sebut Prediksi Gempa Magnitudo 8,9 di Sumbar Bukan Hal Baru
Ilustrasi gempa bumi. (Antara).

Pakar gempa menyampaikan prediksi soal potensi gempa bermagnitudo 8,9 di Sumatera Barat.

SuaraBatam.id - Sejumlah ahli memprediksi potensi gempa bermagnitudo 8,9 di Sumatera Barat ditanggapi pakar gempa Universitas Andalas (Unand) Padang Dr Badrul Mustafa. Menurutnya, hal itu bukan berita baru dan sudah lama diperkirakan namun tidak dapat dipastikan kapan terjadi.

"Itu berita lama, sejak 2011 sudah mulai diingatkan lagi, bahkan sejak 2005 sebetulnya," kata Badrul dilansir laman Antara, Rabu (18/11/2020).

Dia menjelaskan bahwa akibat tumbukan Lempeng Indo-Australia terhadap Eurasia, di wilayah Indonesia terakumulasi energi yang berpotensi menimbulkan gempa mikro, kecil, sedang sampai kuat dan sangat kuat.

Menurutnya, potensi ini berasal dari megathrust, yang di Sumbar bersumber dari dua segmen, yakni segmen Siberut dan Sipora-Pagai. Kedua segmen ini memiliki periode ulang gempa besar setiap 200 tahun.

Akan tetapi ia melihat tetap saja sebagian orang merasa baru dan menakutkan dan gempa yang terjadi di Padang pada Selasa pagi tepat dengan yang disampaikan oleh BPBD Sumbar untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada.

"Kuncinya tetap meningkatkan kesiapsiagaan diri dan keluarga untuk menghadapinya, agar risiko dapat diminimalkan," kata dia.

Ia menjelaskan di jalur Megathrust Mentawai, potensi gempa besar di segmen Sipora-Pagai sudah keluar dan sudah terjadi periode ulangnya.

Tahun 1833 di segmen ini terjadi gempa sangat kuat bermagnitudo 8,9 yg diikuti oleh tsunami. Tapi pada periode ulang yg kemarin potensi gempa kuat ini dicicil menjadi empat kali gempa kuat, yakni 12 September 2007 dengan kekuatan 8,4, 13 September 2007 pukul 06.55 WIB dengan kekuatan 7,9.

"Kemudian masih 13 September 2007 pukul 11.00 WIB dengan kekuatan 7,2 dan alhamdulillah ketiga gempa kuat dan sangat kuat ini tidak menimbulkan tsunami karena episentrumnya tidak berada di tempat yang bisa menimbulkan tsunami," ujarnya

Ia menyebutkan energi di segmen ini belum habis karena sisanya keluar 25 Oktober 2010 dengan kekuatan 7,4 berepisentrum di barat daya Pagai Selatan, dan menimbulkan tsunami.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait