SuaraBatam.id - Sejak jadi pengacara terdakwa Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, gerak-gerik Febri Diansyah pun tak luput dari publik.
Misalnya ada momen di mana Febri Diansyah kena semprot oleh jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Hakim juga mengingatkannya agar tidak mengulang pertanyaan yang telah ditanyakan sebelumnya.
"Apa yang sudah kami tanyakan, tolong jangan ditanyakan lagi,"jelas hakim.
Awalnya, Febri Diansyah mengulik perihal hubungan asmara Vera Simanjuntak dengan mendiang Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Febri Diansyah bertanya kepada kekasih Brigadir J, Vera Simanjuntak tentang apakah ia pernah menghubungi Yosua pada tanggal 7 Juli 2022 melalui telepon atau video call whatsapp.
"Peristiwa pada tanggal 7 Juli 2022, apakah saudara saksi pernah menghubungi almarhum Yosua pada tanggal tersebut?,"tanya Febri Diansyah kepada Vera Simanjuntak dikutip dari Hops.ID pada Rabu, 2 November 2022.
Lalu, Vera menjelaskan bahwa kekasihnya tersebut yang menghubunginya secara tiba-tiba melalui whatsapp telepon atau video call pada tanggal 7 Juli 2022.
"Tidak! Dia yang menelepon saya tiba-tiba,"jelas Vera.
Baca Juga: Pengakuan Ferdy Sambo Soal Konsorsium 303: Justru Saya Memberantas
Kemudian pengacara dari Putri Candrawathi itu menanyakan momen video call yang dilakukan oleh Vera dengan Yosua.
Namun, pertanyaan Febri dipotong oleh jaksa penuntut umum.
Jaksa keberatan dengan pertanyaan yang dilontarkan Febri kepada kekasih Yosua tersebut karena dianggap telah menyimpulkan dan membuat asumsi- asumsi sendiri.
"Mohon izin Yang Mulia, kami keberatan. Karena dari tadi kami catat saudara penasihat hukum terdakwa terutama saudara Febri Diansyah selalu menyimpulkan dan membuat asumsi-asumsi sendiri, majelis hakim," tegas Erna Normawati.
Masyarakat yang hadir untuk menyaksikan secara langsung jalannya persidangan tersebut juga menyoraki Febri yang mendapat kritikan tajam dari jaksa penuntut umum.
Bungkam Soal Fakta Anak Bungsu Ferdy Sambo yang Diadopsi
Berita Terkait
-
Segera Diadili, Febrie Adriansyah Sebut Pengadilan Langkah Terbaik untuk Pembuktian
-
Kenapa Cuma Nama Ferdy Sambo? Rieke Diah Pitaloka Protes Pemaparan Ditjen PAS di DPR
-
Saksi Ungkap Permintaan Rp500 Juta dalam Kasus Dugaan Pemerasan Bangun Paulus
-
Profil 2 Napi yang Nikmati Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Nama Ferdy Sambo Terseret
-
Skenario Sang Jenderal: Runtuhnya Tembok Kebohongan Ferdy Sambo
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen
-
Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin