SuaraBatam.id - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pihaknya menunggu momentum tepat dalam mengumumkan calon presiden dalam Pemilu 2024.
"Ibu Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDI Perjuangan telah teruji dalam sejarah melahirkan banyak kepemimpinan, baik di tingkat kabupaten, kota, provinsi, bahkan nasional," ungkap Said dikutip dari Antara, Senin (10/10/2022).
Menurutnya, sejarah telah membentuk kewaskitaan Megawati dalam menentukan pemimpin di semua tingkatan pemerintahan, sehingga sangat banyak aspek yang beliau pertimbangkan dalam menentukan calon pemimpin.
Beberapa prinsip teguh yang senantiasa dipegang Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut misalnya, pemimpin harus setia dan berpegang teguh pada negara kesatuan, Pancasila, konstitusi, dan memahami betul kebhinekaan Indonesia sebagai fondasi berfikir dan bertindak. Elektabilitas, rekam jejak integritas, dan kapabilitas pun juga menjadi salah satu pertimbangan,
Pertimbangan lainnya yakni PDI Perjuangan sebagaimana mandat Kongres V, memutuskan untuk mengembalikan jalan politik pembangunan jangka panjang yang ditetapkan oleh dua kamar parlemen atau artinya ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Hal ini untuk memastikan pemerintahan lima tahunan patuh dan tunduk pada arah pembangunan jangka panjang tersebut.
Di sisi lain, Said mengungkapkan pertimbangan lainnya yakni Indonesia yang masih menghadapi ancaman krisis pangan dan energi, oleh sebab itu tenaga dan pikiran PDI Perjuangan tersentral menyelesaikan berbagai masalah rakyat tersebut.
"Setelah laku batin dan berbagai perhitungan Ibu Megawati selesai, pada akhirnya beliau selaku mandataris Kongres Partai yang diberikan kewenangan prerogatif akan memutuskan siapa Calon Presiden dari PDI Perjuangan. Namun yang jelas dalam waktu dekat, sebab perintah beliau konsentrasi tenaga dan pikiran PDI Perjuangan membantu pemerintah menyelesaikan masalah-masalah di atas," tuturnya.
Meskipun secara regulasi PDI Perjuangan dapat mengajukan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden sendiri, namun dirinya menegaskan PDI Perjuangan memandang penting untuk bergotong royong memilih mitra koalisi.
Pertimbangan mitra koalisi juga harus simetris dengan garis dan perjuangan ideologis PDI Perjuangan, contohnya yakni PDI Perjuangan tidak akan berjalan beriring dengan kekuatan yang mengedepankan politik identitas, hingga membawa-bawa suku, agama dan ras untuk memenangkan pemilihan.
"PDI Perjuangan tidak akan bergandengan dengan kekuatan yang mencemari masjid dan tempat tempat ibadah untuk nafsu kekuasaan. Bagi kami, masjid dan tempat ibadah lainnya adalah obor penerang dan pembawa kesejukan, kedamaian, serta ketakwaan. Oleh sebab itu kami perlu memastikan mitra koalisi teguh menyangkut hal-hal seperti ini," tegas Said. (Antara)
Berita Terkait
-
PDI Perjuangan Buka Suara soal Partai yang Usung Anies Baswedan Capres 2024
-
Langsung Gas Pol, Ini Terobosan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi setelah Dilantik Jadi Kepala LKPP
-
Soal Koalisi di Pemilu 2024, Ketua DPP NasDem: Anies Baswedan Jadi Benang Merah
-
Belum Ada Rencana Deklarasi Capres 2024, Sekjen PKS: Tunggu Keputusan Majelis Syuro
-
Siap Maju di Pilpres 2024, Anies Baswedan Disebut Akan Gagal di Jawa Tengah
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan Finance Asia, dari Best CEO hingga Best Bank
-
Pengguna Qlola Tembus 99 Ribu, BRI Perkuat Platform Digital bagi Nasabah Bisnis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas, Dari Inklusi Keuangan Hingga Akumulasi Aset
-
Serentak di 131 Lokasi, BRI KKB National Expo 2026 Torehkan Rekor MURI
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli