"Bukan saya menolak, karena saya harus menghargai anggota lainnya dan aspirasi ini tetap saya terima namun harus dibahas dulu. Kalau secara lembaga saya tidak bisa, secara pribadi saya bisa. Karena prosedurnya seperti itu," ujar Jumaga.
Terkait hal tersebut, para mahasiswa memaksa hari ini juga dibahas bersama. Namun Jumaga menolak pada hari ini, karena sejumlah anggota dewan lainnya sedang melaksanakan rapat anggaran.
Karena para mahasiswa menilai aspirasinya tidak ditanggapi dengan baik, akhirnya kericuhan tidak terelakkan. Aksi dorong-dorongan antara mahasiswa dan anggota kepolisian terjadi.
Lemparan batu juga terjadi, sejumlah mahasiswa ditarik ke dalam lokasi pengamanan karena terlihat terluka, selain itu seorang mahasiswa juga terlihat dilarikan menggunakan ambulans polisi ke rumah sakit.
Koordinator aksi demo mahasiswa mencoba menenangkan teman-temannya jangan sampai terpancing emosi. Barisan kepolisian terus memukul mundur mahasiswa. Setelah situasi kembali dapat ditenangkan, akhirnya ratusan mahasiswa membubarkan diri.
Kapolesta Tanjungpinang, Kombes Pol Heribertus Ompusunggu mengatakan dari awal pihaknya melakukan pengamanan juga telah mengingatkan kepada para mahasiswa untuk menjaga kemanana, tetap kondusif serta baik dalam menyampaikan aspirasi.
Kombes Pol Heribertus juga mengatakan dalam aksi demonstrasi tersebut memang sempat terjadi dorong-dorongan dengan petugas. Namun itu bukan kericuhan yang besar, hanya dorongan saja.
"Sedangkan ada mahasiswa yang luka dan dibawa ke rumah sakit. Perlu diluruskan, mahasiswa tersebut sebelumnya sudah sakit dan memaksakan diri untuk ikut demo. Sebelumnya dia jatuh dari motor, jadi luka-luka itu karena jatuh dari motor. Tapi sudah kami rawat, karena ada dokter dan kami bawa ke rumah sakit untuk pengobatan," ujarnya.
Sementara itu, lanjutnya, dalam pengamanan aksi demonstrasi ini pihaknya menurunkan sebanyak 400 personil gabungan dari Polresta Tanjungpinang, Polres Bintan, Brimob, TNI dan Satpol PP.
Kontributor : Rico Barino
Tag
Berita Terkait
-
Demo Tolak Kenaikan BBM, Ribuan Massa Buruh Padati Patung Kuda dan Balai Kota DKI
-
Masih Lengkapi Bukti, KPK Tambah 40 Hari Penahanan Rektor Unila Karomani
-
Demo Kenaikan BBM di Tanjungpinang: Negara Bukan Milik Rakyat tapi Milik Pejabat
-
Buruh KSPSI Demo Tolak Harga BBM Naik di Patung Kuda, 7 Orang Masuk Istana
-
Jelang Demo Tolak Kenaikan BBM, Polisi Siapkan Pengalihan Arus Lalu Lintas di DPR
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Semangat Merah Putih di Asian Games 2026, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia
-
Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar
-
Kualitas Udara Membaik, Siswa Batam Kembali Belajar di Sekolah
-
Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal
-
Dikabarkan Tewas, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Dikontrak Rp600 Juta