SuaraBatam.id - Kiky Saputri kerap kali diundang roasting pejabat untuk Stand Up Comedy.
Meskipun sekadar lawakan, ternyata Kiky Saputri pernah diancam akan dipenjarakan saat akan me-roasting seorang pejabat.
“Kalau pejabatnya tidak pernah mengancam, biasanya pengikutnya atau fansnya. Kubu-kubunya iya kan,” ungkapnya, seperti dikutip Hops.ID dari kanal YouTube TS Media pada Selasa, 30 Agustus 2022.
Bukan hanya diancam oleh para pengikut pejabat itu, Kiky Saputri juga pernah dapat ancaman akan dipenjara saat roasting pejabat.
“Biasanya yang ribet bukan beliaunya, tapi mungkin ajudan-ajudan yang di sekelilingnya. Mungkin takut, takut kalau ada rasa ketersinggungan,” kata Kiky Saputri.
Padahal setiap kali diundang, Kiky Saputri selalu tanyakan apakah yang akan di-roasting itu sudah bersedia atau tidak.
“Kalau udah tahu, artinya sudah siap mental.” Wanita usia 28 tahun itu pernah dimintai materi roasting yang akan dibawakannya oleh ajudan pejabat.
“Aku gak akan bisa kasih semua. Apalagi punchline-punchline itu gak bisa aku kasih. Paling yang bisa aku kasih inti-intinya yang aku bahas.”
Namun, saat sudah difilter oleh ajudan untuk tidak bawakan salah satu tema, sedangkan Kiky Saputri tetap ngeyel, “Nanti kita diatas materai 10 ribu ya. (Artinya) siap dipenjarakan.”
Baca Juga: Kiky Saputri: Aku Bukan Cewek Murahan Ya, Dikecup Dulu Baru Bales
Kiky Saputri tidak terima. “Mohon maaf kan lu yang ngundang. Kok gua kayak dijebak ya? Mending gak usahlah kalau begini caranya.”
“Lu pengen ngundang gue, terus kalau lu tersinggung gua dipenjara. Gimana?” pungkas Kiky Saputri.
Lebih lanjut, dia juga ceritakan usai di-roasting Anies Baswedan, Kiky Saputri justru disebut cebong. Saat roasting para menteri, disebut kampret.
Padahal pejabat-pejabat itu yang meminta Kiky Saputri untuk lakukan roasting.
“Karena kan meskipun saat di roasting, darah tinggi mereka naik ya. Tapi setelah viral kan elektabilitas jadi naik.”
Berita Terkait
-
Panas! Disindir Dicariin Masyarakat, Kiky Saputri Sebut Barisan Sakit Hati Pilpres
-
Saat Tawa Dikepung Intelijen: Menguji UU Polri Lewat Ruang Publik Habermas
-
Mukmin Juara 1 SUCI 12 Kompas TV Dicolek PKS, Ada Apa?
-
Adili Idola Edisi Pertama Tayang di Netflix: Ketika Fedi Nuril Dihajar Roasters Habis-habisan
-
Sempat Simpang Siur, Kiky Saputri Kini Bantah Tuduhan Jadi Buzzer dan Tegaskan Tak Terima Bayaran
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara
-
Perkuat Layanan Digital Diaspora, BRImo Taiwan Sabet Apresiasi di IDX Anugerah Inovasi 2026
-
Jalan Berlumpur Tak Jadi Halangan, Kepala Unit BRI Sigambal Bantu UMKM Naik Kelas
-
BRI Siap Dukung Prabowo Perluas Kepemilikan Rekening, Inklusi Keuangan Jadi Fokus
-
Kasus ISPA di Batam Meningkat Efek Kabut Asap Karhutla