SuaraBatam.id - Hotman Paris meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim untuk ambil tindakan dan mengusut soal dugaan penggunaan ijazah palsu yang dilakukan oleh seorang oknum pengacara.
Menurut Hotman, pemberitaan mengenai ijazah palsu oknum pengacara jadi terlupakan karena kasus Ferdy Sambo.
"Gara-gara berita penembakan pembunuhan oknum polisi, media jadi lupa tentang ijazah palsu dari seorang oknum pengacara," ungkap Hotman Paris dikutip dari Instagram @hotmanparisofficial, pada Senin, 22 Agustus 2022.
Dia meminta pihak Kementerian Pendidikan untuk segera bertindak, agar kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi di Indonesia.
Jika dibiarkan begitu saja, Hotman menyebut kalau hal ini bisa saja ditiru oleh orang lain sehingga pendidikan di Indonesia jadi tidak sehat lagi.
"Halo Bapak Menteri Pendidikan, kenapa dari Kementerian sampai hari ini belum ada tindakan karena ini sangat berakibat fatal," ujarnya.
"Itu bisa mempengaruhi, orang jadi begitu gampang aja memalsukan ijazah," sambungnya.
Dia menyebut kalau yang diduga palsu bukan hanya ijazah Sarjana Hukumnya saja, namun juga ijazah S2 sampai dengan ijazah doktor.
"Ini diduga palsu bukan hanya ijazah sarjana hukumnya, tapi juga ijasah S2 ataupun ijazah doctornya," ucap Hotman Paris.
Baca Juga: Kenalin Dita johard, Finalis Miss Popular 2022 yang Juga Asisten Pribad Hotman Paris
Hotman meminta pihak Kementerian Pendidikan untuk segera bertindak, agar menjadi contoh buat masyarakat untuk ke depannya.
"Tolong Bapak Menteri Pendidikan segera bertindak, kasihlah contoh bahwa pendidikan itu tidak boleh begitu saja dimainkan," kata Hotman paris.
Dia menyarankan untuk Kementerian segera membentuk tim investigasi dan mengusut berbagai gelar kuliah sampai ke Malaysia.
"Segera bentuk tim investigasi, usut sampai ke Malaysia, benar enggak itu orang pernah kuliah doctor di Malaysia," ucap Hotman.
"Kalo ijazah sarjana hukumnya aja diduga palsu, apalagi ijazah doctornya," sambungnya.
Hotman menantang Nadiem Makarim untuk segera ambil tindakan dan mengusut tuntas kasus oknum pengacara yang diduga menggunakan ijazah palsu.
Berita Terkait
-
Kasus Chromebook: Eks Dirjen PAUD Sebut Integritas Nadiem Sebagai Menteri Sangat Kuat
-
Pecah Kongsi! Rustam Effendi Kecewa Eggi Sudjana Sebut Jokowi Orang Baik Usai Kasus Dihentikan
-
Tim Penasihat Hukum Nadiem Makarim: Saksi Jaksa Tidak Punya Fakta, Hanya Opini
-
Kubu Nadiem akan Laporkan 3 Saksi ke KPK, Diduga Terima Duit Panas Chromebook, Siapa Mereka?
-
Panas! Pengacara Nadiem Protes Muka Mengejek Jaksa: Kalau Bikin Kacau Sidang, Kita Hobinya
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
5 Mobil Kecil Bekas Murah, Hemat Biaya Operasional buat Pemula
-
Realisasi Investasi Batam Capai Rp69 T di 2025, Singapura Jadi Sumber Utama
-
Ekspedisi Jakarta Batam Terpercaya & Efisien | Harddies Cargo
-
Beasiswa untuk 1.100 Mahasiswa 7 Kampus Negeri Ternama, Batam Jadi Tujuan Belajar
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen