SuaraBatam.id - Tahun ini Dik Doank memilih merayakan kemerdekaan di Kandang Jurank Doank. Mengisi dengan tausiyah dan mendekatkan diri kepada Allah.
"Merdeka, taat pada norma agama, tau aturan yang ditetapkan negara sehingga tidak semena-mena," tutur Dik Doank.
Namun, ia pernah punya pengalaman unik merayakan kemerdekaan. Saat itu ia berkunjung ke penjara.
Dik Doank menemukan makna kemerdekaan yang sesungguhnya saat berkunjung ke penjara. Ini cara unik yang dilakukannya untuk merayakan kemerdekaan.
Menurutnya, mereka yang ada di dalam adalah orang-orang merdeka dan tidak akan melanggar aturan hukum.
"Saya ke lapas, mereka itu semua merdeka. Tidak ada yang mencuri, tidak mengambil hak orang lain, kerjaannya salat," kata Dik Doank ditemui di Ciputat, Tangerang Selatan belum lama ini.
Dik Doank lantas membandingkan dengan orang-orang yang berada di luar dan menikmati ruang gerak bebasnya. Ada yang menyalahi aturan, dan ini justru bukan makna merdeka.
"Kebebasan dia tau aturan, tapi ada lampu merah malah masih ada yang jalan, nggak patuh aturan," jelasnya.
Kepada generasi muda, Dik Doank berpesan untuk mencerdaskan diri. Sehingga ke depannya bukan mereka yang memilih pemimpin, tapi justru menjadi pemimpin.
Baca Juga: Tim Pancasila Tangguh Berhasil Kibarkan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka
"Belajar dan belajar, merdeka!" kata Dik Doank sambil mengibarkan bendera merah putih yang terpajang di mejanya.
Berita Terkait
-
Ikut Demo Paris, Seorang Koki Divonis 8 Bulan Penjara Usai Ketahuan Lempar Bom Molotov
-
Direstui Pemerintah, Warga Bunuh 23 Ekor Gajah, Dagingnya Jadi Jamuan HUT Kemerdekaan
-
Menggugat Misteri Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Penjara atau Tempat Pelesiran?
-
Kurir-Kurir Kemerdekaan: Pertaruhan Nyawa Membawa Berita Proklamasi 1945
-
Tolak Pidato Netanyahu di PBB, DPR Puji Aksi Walk Out Delegasi Indonesia
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
- Tiga Jembatan di Batang Toru, Ikhtiar Menjaga Satwa Liar Tetap Terhubung
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan
-
Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV
-
Polda Kepri Mutasi Besar-besaran Jajarannya, Ada 475 Personel!
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur