SuaraBatam.id - Duta Besar (Dubes) RI untuk Singapura Suryo Pratomo mendorong petani lokal di Kepulauan Riau memanfaatkan Program Agrikultur 4.0 yang berbasis pada penerapan teknologi pertanian.
Hal itu dilakukan agar Kepri menjadi bagian rantai pasok global.
"Harapannya, standar pengelolaan pertanian di Kepri sesuai standar yang diakui dunia internasional," kata Suryo Pratomo saat menghadiri penandatanganan MoU Food Industry 4.0 antara Pemprov Kepri dan Polytechnic Singapura di Aula Wan Seri Beni, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Kamis, dilansir dari Antara.
Dia menyatakan kerja antar kedua wilayah tersebut lebih fokus pada penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kepri, sehingga ke depan produktivitas pertanian di daerah setempat akan semakin meningkat, bahkan berorientasi ekspor ke negara-negara lain.
Ia pun mendorong Pemprov Kepri membuat database terkait produk-produk lokal apa saja yang bisa dikembangkan melalui teknologi Agrikultur 4.0.
"Teknologi ini merupakan sistem aplikasi yang dapat digunakan untuk berbagai pengembangan produk pertanian, sehingga tak hanya produktivitas yang meningkat, tapi memenuhi kualitas standar ekspor," ujarnya.
Menurutnya, teknologi itu sangat penting diterapkan, mengingat Indonesia sendiri merupakan negara berbasis agrikultur, yang artinya memproduksi atau membuat makanan, pangan, serat, dan hasil lainnya, dalam bidang pertanian yang memerlukan tenaga manusia, yang di dalamnya pun termasuk berbagai jenis tanaman tertentu serta pertambahan pada berbagai hewan lokal.
Suryo juga menyebut Indonesia, khususnya Kepri, saat ini dapat memainkan peran penting sebagai rantai pasok global di tengah potensi krisis pangan yang dihadapi dunia.
"Ada dua hal penting yang harus diperhatikan yaitu meningkatkan produktivitas dan tata kelola yang benar, sehingga produk-produk pertanian yang dihasilkan dari segi keamanan dan kesehatannya sesuai standar dunia," ujarnya.
Baca Juga: Tanggul Irigasi Induk di Banjarnegara Jebol, Ratusan Hektar Lahan Pertanian Terancam
Dia juga mencontohkan selama ini Indonesia kesulitan memenuhi permintaan daging ayam ke Singapura, karena setelah ditelusuri ternyata ada standar yang belum terpenuhi.
Namun ia merasa bangga akhirnya Indonesia kini berhasil mengekspor ayam ke Singapura, setelah standar produk yang digunakan pun diakui negara tetangga.
"Alhamdulillah, hari ini saya menyaksikan langsung kedatangan perdana ayam dari Indonesia ke Singapura," ungkap Suryo.
Lebih lanjut Suryo mengharapkan agar standar yang sudah ada dalam kegiatan ekspor ayam ke Singapura itu dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.
Apalagi Kepri yang bertetangga langsung dengan Singapura, jika mampu menjadi sentral produksi maka tentu akan dilirik oleh negara-negara, khususnya ASEAN di tengah ancaman krisis pangan dunia.
"KBRI siap memfasilitasi apa saja yang dibutuhkan Kepri terkait pengembangan produk pertanian lokal dengan Polytehcnic Singapura yang secara aktif telah menerapkan teknologi pertanian perkotaan dan aquaculture," katanya menegaskan. [antara]
Berita Terkait
-
Utang Pemerintah Tembus Rp 10 Ribu Triliun, Purbaya Bandingkan Kondisi RI dengan Singapura
-
Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita
-
Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Laut Kepri, Berisi 1,3 Ton Narkoba Siap Edar
-
Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor
-
Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Tawarkan Jasa Seks via MiChat, Wanita Batam Dihukum Setahun Penjara di Malaysia
-
Lantik 311 Pejabat Pemkot Batam, Amsakar Ingatkan Tak Ada Pungli dan ASN Malas
-
BRI Percepat BRIvolution Reignite untuk Tingkatkan Daya Saing dan Kontribusi Ekonomi Nasional
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kinerja Penyaluran KUR Perumahan BRI Tuai Apresiasi, Perkuat Program 3 Juta Rumah Pemerintah