SuaraBatam.id - Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo memberikan reaksi saat diminta mengomentari video Megawati Soekarno Putri.
Ia diminta Tretan Muslim untuk mengomentari video Megawati Soekarnoputri yang mengajak ibu-ibu untuk kreatif masak tanpa minyak goreng.
"Kita lihat hebohnya urusan minyak goreng, saya sampai mengelus dada. Bukan masalah nggak ada atau mahalnya minyak goreng. Saya tuh sampai mikir, jadi tiap hari apakah ibu-ibu hanya menggoreng?" ucap Megawati dalam cuplikan video yang diputar Tretan Muslim di hadapan Kaesang.
Kaesang sempat terdiam untuk sesaat menyaksikan pernyataan Megawati di video tersebut. Namun, tak lama ia langsung mengeluarkan komentar yang membuat Tretan Muslim ngakak sejadi-jadinya.
"Saya tuh kemarin juga mikir. Saya kan jualan ayam goreng, masak jadi ayam rebus?" komentar Kaesang Pangarep.
Tretan Muslim langsung tertawa ngakak. Kaesang pun melanjutkan komentarnya.
"Terus kita juga punya pisang goreng, masa jadi pisang rebus?" imbuhnya.
Ketika ditanya seberapa lucu video itu, Kaesang tidak mau menjawab. Namun, ia lantas memberikan reaksi bijak.
"Saya nggak mau jawab (seberapa lucu video itu), yang pasti kita juga kena efeknya (kenaikan harga minyak goreng)," ujar Kaesang.
Baca Juga: Catat Waktunya! Peraturan Baru dari Pemerintah: Beli Minyak Goreng Curah Harus Pakai PeduliLindungi
"Emang lebih baik tuh makan yang rebus-rebusan gitu, kayak pisang rebus, ayamnya direbus aja. Nggak usah pakai minyak lah," imbuhnya.
Tretan Muslim seketika menyindir Kaesang yang langsung berubah pikiran sedemikian cepat.
Para netizen pun ikut mengomentari keberanian Kaesang mengomentari video Megawati.
"Nggak ada takut-takutnya ini orang," komentar netizen.
"Mainnya di tepi jurang," timpal netizen yang lain.
"Puncak komedi bulan ini," imbuh netizen lainnya.
Berita Terkait
-
Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya
-
7 Cara Membuang Minyak Goreng Bekas yang Benar, Jangan Asal Tuang ke Wastafel
-
Bahas Nyali Bung Karno dan Megawati, Sekjen PDIP: Pemimpin Harus Berani Lawan Ketidakadilan
-
Menakar Orasi SBY Soal Negarawan: Sindiran Politik untuk Elite atau Pesan Kebangsaan Menuju 2029?
-
Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan
-
Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV
-
Polda Kepri Mutasi Besar-besaran Jajarannya, Ada 475 Personel!