SuaraBatam.id - Seluruh pelaku usaha Tempat Hiburan Malam (THM), diminta untuk tetap menaati aturan pada Surat Edaran (SE) Ramadhan 1443 Hijiriah.
Hal ini menyusul temuan Geylang Bar, Bengkong yang tetap membuka usahanya tepat di awal Ramadhan.
Selain itu, dua lokasi Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper), yang diduga memiliki unsur judi yakni The Reds dan Nagoya Game Zone, Nagoya juga beroperasi lebih awal dari waktu yang sudah ditentukan.
"Padahal sudah ada aturan yang dibuat untuk THM. Bukan melarang mereka selama Ramadhan, tetapi hanya mengatur waktu operasional saja," terang Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Jumat (8/4/2022).
Pihaknya mengaku telah meminta Satpol PP Kota Batam, guna melakukan pemanggilan terhadap para pemilik usaha.
"Saya sudah telpon Kasat Pol Pamong Praja, katanya sudah dipanggil untuk di BAP. Berdasarkan laporan Satpol memang ada beberapa yang tetap buka, dan sudah ditindak," paparnya.
Ia mengimbau kepada pelaku usaha THM untuk mematuhi edaran yang sudah dikeluarkan Pemko Batam, diharapkan bisa menghormati umat Islam yang tengah beribadah.
"Karena kemarin sudah sepakat, saya rasa harus dipatuhi. Kalau tidak akan ditindak tim pengawas," ujarnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam, Ardiwinata mengatakan seharusnya pelaku usaha bisa kooperatif dalam menjalankan apa yang sudah tertuang dalam surat edaran tersebut
Baca Juga: Bulan Ramadhan, Eka Hospital dan Buya Syafii Maarif Wakafkan Ribuan Alquran
"Dispar juga sudah memberikan teguran. Di awal kan sudah disampaikan tutup 3-2-3, jadi kalau melanggar sudah pasti langsung ditindak," ungkapnya.
Mengenai pengawasan, Ardi mengakui keterbatasan anggota tim penindakan yang ada memang turut menjadi faktor pengawasan THM tersebut.
"THM sangat banyak di Batam, sedangkan tim patroli kita terbatas. Jadi bisa saja tidak semua terpantau. Namun begitu harusnya kooperatif dari pelaku usaha untuk mematuhi aturan yang sudah ada," tegasnya.
Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait
Berita Terkait
-
Listrik Batam dan Sekitarnya Blackout, Gara-gara Proyek Data Center?
-
Profesor Jerman Sorot Pola Lama, Kementrans Gunakan Pendekatan Baru Transmigrasi di Rempang
-
Pemerintah Tawarkan 25 Hektare Lahan Pertanian ke Warga Rempang
-
Skema Transmigrasi Rempang Dirombak, Pemerintah Janji Warga Lokal Tak Terusir
-
Pergeseran Warga Rempang Berlanjut, BP Batam Klaim Kompensasi Manusiawi
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
Terkini
-
PLN Batam Diapresiasi atas Respons Cepat, BP Batam Turun Langsung Dampingi Dunia Usaha
-
Viral Blackout Batam Selama 3 Hari Disengaja, PLN Buka Suara
-
Batam Blackout: Penyebab Diduga Hewan Liar Masuk Gardu, PLN Siapkan Kompensasi
-
Pemadaman Listrik Total, Harga Kamar Hotel di Batam Tembus Rp34 Juta per Malam
-
Batam Blackout, Baru Sejumlah Wilayah Menyala Setelah 14 Jam Tanpa Listrik