SuaraBatam.id - Pembelajaran tatap muka (PTM) SMA/SMK di Kepulauan Riau (Kepri) pada bulan Ramadhan 1443 Hijriah dibatasi 50 persen.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung baru-baru ini.
Ia mengatakan hal itu berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Pembelajaran di Masa Pandemi untuk tahun ajaran 2022.
"Sesuai SKB 4 Menteri, kapasitas PTM Ramadhan masih dibatasi 50 persen," kata Andi Agung dikutip dari Antara, Selasa (29/3/2022).
Agung mengatakan pihaknya sudah membuat surat edaran tentang kegiatan belajar mengajar saat Ramadhan.
Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa pada tanggal 2 hingga 4 April 2022, siswa diliburkan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
Setelahnya, tanggal 5 hingga 7 April 2022, siswa melaksanakan pesantren kilat. Kemudian, tanggal 8 hingga 24 April 2022, siswa sudah masuk ke sekolah seperti biasa.
"Tanggal 25 hingga 30 April 2022, cuti bersama hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah," ujar Agung.
Lanjut Agung mengimbau satuan pendidikan agar tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan di sekolah, mengingat penyebaran pandemi Covid-19 masih terus terjadi.
Guru dan siswa wajib memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan guna mencegah munculnya klaster baru Covid-19 di lingkungan pendidikan, karena apabila ditemukan kasus Covid-19, sekolah akan ditutup sementara selama 14 hari.
Selain itu, ia juga meminta satuan pendidikan menciptakan suasana pembelajaran yang khidmat dan kondusif, sehingga siswa khusus yang beragama Islam dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
"Puasa Ramadhan tentu menguji mental dan fisik siswa saat belajar di kelas, maka itu model pembelajaran harus menyesuaikan dengan kondisi siswa yang tengah berpuasa," ucap Andi.
Andi juga menyampaikan pada bulan Ramadhan 2022 juga akan digelar asesmen nasional pengganti ujian nasional untuk siswa kelas XII, namun jadwal pelaksanaannya sedang dalam tahap pembahasan bersama pihak-pihak terkait. (Antara)
Berita Terkait
-
PTM 100 Persen di Jakarta Dimulai 1 April, DPRD DKI: PAUD Kalau Bisa Jangan Full
-
4 Tips Agar Bisnis Es Buah Laris Selama Bulan Ramadhan, Modal Dibawah Rp1 Juta
-
Edaran Muhammadiyah: Bolehkan Salat Tarawih Berjamaah, Ceramah Ramadhan 15 Menit
-
Akui Setiap Bulan Ramadhan Selalu Banyak Pengemis, Satpol PP DKI Bakal Rutin Patroli
-
Doa Ziarah Kubur Menjelang Ramadhan Serta Hukum Nyekar Menurut Islam
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Kompensasi Blackout Cuma Rp6 Ribu-Rp12 Ribu, Tagihan Listrik Warga Batam Malah Naik
-
Mundur dari Polri, Sosok AKBP Netty Siagian Ternyata Pernah Kritik Seskab Teddy
-
KPK Ingatkan Pejabat Kepri Hindari Flexing, Gaya Hidup Mewah Bisa Picu Korupsi
-
AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan
-
Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba