SuaraBatam.id - Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi bahwa industri pariwisata mulai memperlihatkan pemulihan.
Hal ini antara lain terlihat dari naiknya animo masyarakat untuk bepergian. Data Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) mencatat kenaikan hingga 40 persen pada pemesanan perjalanan oleh wisatawan lokal atau dua kali lipat dibandingkan dengan sebelum pembatasan mobilisasi dilonggarkan.
"Tren pariwisata telah berganti sejak pandemi COVID-19. Salah satunya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengedepankan aspek kualitas di atas kuantitas dalam sektor pariwisata, atau quality tourism dan bukan quantity tourism. Peningkatan protokol kesehatan dan asuransi menjadi jawaban akan hal tersebut," kata Didien dalam jumpa media secara daring, ditulis pada Sabtu.
Sejalan dengan itu, menurutnya asuransi perjalanan diprediksi akan meningkat di tahun 2022 seiring dengan tren pariwisata yang membaik di tahun ini.
"Asuransi berperan penting dalam keadaan apapun, sehingga perlu untuk mengembangkan asuransi perjalanan yang lengkap, baik untuk perjalanan individu maupun berkelompok," imbuhnya.
Tren pariwisata telah mengalami perubahan jika dibandingkan dengan sebelum pandemi COVID-19.
Dengan aspek keamanan kian menjadi prioritas, permintaan akan asuransi perjalanan dengan proteksi lebih pun ikut meningkat. Asuransi perjalanan dinilai memberikan rasa aman dan percaya diri dalam menghadapi risiko di tengah kondisi pandemi yang tidak menentu.
Chief Technical Officer Zurich Asuransi Indonesia Rismauli Silaban menambahkan, memulihnya tren bepergian harus disertakan dengan perlindungan lebih agar masyarakat dapat bepergian dengan lebih tenang tanpa harus mengkhawatirkan risiko yang mungkin dihadapi.
"Di sinilah asuransi perjalanan memainkan peran pentingnya dalam memberikan masyarakat perasaan aman dan nyaman sejak mulai dari persiapan perjalanan hingga sampai di tujuan," kata Rismauli.
Baca Juga: Kilas Balik, Menparekraf Ungkap Pergeseran Tren Wisata Selama Pandemi Covid-19
Rismauli menambahkan bahwa Zurich Asuransi Indonesia siap menyediakan solusi perlindungan perjalanan yang komprehensif, dengan mengedepankan kebutuhan Nasabah.
Melalui Zurich Travel Insurance, lindungi perjalanan nasabah dari berbagai risiko seperti pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, sakit, hingga risiko yang dapat diakibatkan oleh COVID-19.
Zurich Travel Insurance juga memberikan perlindungan sesuai dengan tipe perjalanan nasabah. Untuk mereka yang memiliki hobi melakukan olah raga ekstrem, perusahaan siap menyediakan asuransi untuk olah raga ekstrem seperti berselancar, menyelam, panjat tebing, maupun olah raga lain seperti golf, dan lain-lain.
"Dalam jangka panjang, terus meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asuransi perjalanan turut berperan penting dalam mendukung proses pemulihan pariwisata di Indonesia," kata Rismauli.
"Tidak hanya itu, masyarakat pun juga dapat merasakan manfaat dari asuransi perjalanan ini yang diharapkan dapat menjadi peluang untuk bertumbuhnya industri asuransi," imbuhnya. (antara)
Berita Terkait
-
Tren Traveling Bergeser, Wisatawan Kini Utamakan Kemudahan Ubah Jadwal Penerbangan
-
Seberapa Penting Asuransi Perjalanan di Era Serba Mobile? Ini Penjelasannya
-
AI hingga Sertifikasi Internasional, Kunci Cetak Generasi Unggul di Industri Pariwisata Global
-
Banyak Pemudik saat Lebaran Bikin Kinerja Industri Asuransi Perjalanan Melonjak
-
Pariwisata Hiburan Naik Kelas, Pengalaman Event Kini Serba Terintegrasi
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Heboh Pasangan Bermesraan di Kawasan Wisata Batam, Cuek Meski Diteriaki
-
Worth It Upgrade ke Galaxy S26 Ultra? Ini Bedanya dengan S25 Series
-
Rumah Markas Judol di Tanjungpinang Digerebek, Tangkap CS Bergaji Rp5 Juta
-
Kekayaan Iman Sutiawan, Ketua DPRD Kepri yang Pamer Naik Moge Tak Pakai Helm
-
Pemprov Kepri Rencana Bikin Lintasan Kapal Feri Rute Tanjungpinang-Batam